Wagub Mian Minta Pendamping Desa Perkuat Kolaborasi dengan Dunia Usaha

Create: Sun, 01/11/2026 - 11:16
Author: Admin 3

 

BENGKULU, eWarta.co – Wakil Gubernur Bengkulu Mian meminta pendamping desa tidak hanya berfokus pada urusan administrasi dan perencanaan pembangunan, tetapi juga aktif membuka peluang kerja sama dengan dunia usaha untuk mengembangkan potensi ekonomi desa.

Hal itu disampaikan Mian saat menghadiri peringatan Hari Bhakti Pendamping Desa Tingkat Provinsi Bengkulu di Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, Sabtu (31/10).

Menurut Mian, pendamping desa memiliki peran penting dalam membantu kepala desa menggerakkan pembangunan dan mengoptimalkan potensi wilayah masing-masing. Keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi satu-satunya hambatan dalam mendorong kemajuan desa, sebab kolaborasi dengan berbagai pihak juga dapat membuka peluang pembangunan.

"Pendamping desa harus mampu memberikan dukungan penuh kepada seluruh kepala desa. Membangun desa memang membutuhkan anggaran, tetapi pendamping juga bisa menghadirkan perubahan besar melalui penguatan kolaborasi, termasuk dengan dunia usaha," ujar Mian.

Ia mengatakan, pembangunan desa perlu melibatkan tiga unsur utama, yakni pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Ketiganya harus saling mendukung agar program pembangunan tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Prinsip membangun itu ada tiga pilar. Pilar pertama pemerintah, pilar kedua masyarakat, dan pilar ketiga dunia usaha. Ketiganya harus saling berkolaborasi agar pembangunan desa berjalan lebih baik dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," katanya.

Sementara itu, Kepala BPSDM Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, Rosyid Althaf, meminta pendamping desa mengambil peran lebih aktif dalam mengawal program prioritas pemerintah sekaligus menekan angka kemiskinan di wilayah pedesaan.

Ia menyebut sejumlah program yang membutuhkan keterlibatan pendamping desa, di antaranya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Makan Bergizi Gratis (MBG), dan swasembada pangan. Pendamping juga diharapkan mampu mengidentifikasi potensi unggulan setiap desa agar dapat dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Indikator keberhasilan pembangunan desa salah satunya adalah berkurangnya angka kemiskinan. Program-program prioritas Presiden, seperti Koperasi Desa Merah Putih, MBG, dan swasembada pangan, harus kita dorong bersama. Di sinilah pendamping desa memiliki peran penting, termasuk dalam menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki setiap desa," ungkap Rosyid.

Peringatan Hari Bhakti Pendamping Desa tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI Eko Kurnia Ningsih, Kepala BPPMDDT Bengkulu Aldi Nurkarim, jajaran Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, sejumlah kepala OPD Pemerintah Provinsi Bengkulu, serta perwakilan Forkopimda.