BLITAR, eWARTA.co -- Walikota Blitar Santoso menyambut kunjungan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman ke Kota Blitar pada Kamis (6/10/2022).
Dalam kunjungan tersebut, Jendral Dudung langsung mendatangi Makam Bung Karno untuk berziarah. Lalu dilanjutkan menuju wisata sejarah Istana Gebang yang merupakan rumah masa kecil dari Pahlawan Proklamator.
“Jendral Dudung mengatakan, Sebelum ke Blitar, saya tadi kunjungan ke Malang menjenguk korban kerusuhan di stadion Kanjuruhan dan melihat anggota disana.
Lanjut Jendral Dudung, saya di malang memberikan santunan kepada korban yang meninggal tragedi Kanjuruhan, kemudian saya menuju PT Pindad dan saya mampir ke Blitar yang memang sejak dulu menjadi keinginan saya baru tercapai sekarang sampai ke Blitar,” singkat cerita Jenderal Dudung.
Jenderal Dudung mengungkapkan mempunyai kekaguman yang tinggi pada sosok Ir Soekarno. Ia pun merasa senang bisa ziarah mendoakan langsung, dan melihat benda dan tempat bersejarah lain peninggalan dari Bapak Pendiri Bangsa.
“Bung Karno ini menurut saya adalah pendiri bangsa Indonesia yang idealisme, patriotisme, dan nasionalismenya tidak diragukan lagi dan kita patut berterima kasih pada beliau. Semoga semangat beliau ini menyerap kepada diri kita semua sebagai bangsa Indonesia,”katanya.
Setelah mengunjungi Blitar, jenderal bintang empat ini selanjutnya berkunjung ke Jombang untuk ziarah ke makam Presiden ke 4 Republik Indonesia Gus Dur. Lalu kembali ke Surabaya dan kembali bertugas.

“Alhamdulilah cita-cita saya mengunjungi Blitar ini sudah tercapai. Insyaallah bisa kembali lagi ke Blitar,” ucapnya.
Sementara, Walikota Blitar Santoso mengaku senang bisa mengantarkan ziarah dan ke tempat bersejarah di Kota Blitar. Menurutnya sebagai bangsa Indonesia memiliki kewajiban datang ke Kota Blitar yang merupakan tempat disemayamkannya bapak pendiri bangsa.
Kota Blitar juga memiliki fasilitas dan museum untuk mempelajari pemikiran-pemikiran Bung Karno. Membuat kecil di selatan Jawa Timur ini menjadi pusat pembelajaran nasionalisme bangsa.
“Dari Blitar ini kita bisa mempelajari api semangat perjuangan Bung Karno. Dan Pemikiran Bung Karno sampai saat ini masih sangat relevan untuk diterapkan di kehidupan dan memecahkan permasalahan bangsa. Salah satunya yang digelorakan Bung Karno adalah kegotongroyongan yang di masa sulit seperti ini harus dikembangkan di tengah masyarakat,” tutur Walikota yang dikenal peduli wong cilik ini.(Adv/Kmf/Bas)









