Warga Seluma Diminta Waspada Banjir Susulan

Bupati Seluma Bundra Jaya saat berada di lokasi banjir bandang Selasa (6/10).
Create: Tue, 06/10/2020 - 18:42
Author: Alwin Feraro
Tags

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Akibat Banjir Bandang yang menerpa empat kecamatan Ulu Talo, Ilir Talo, Talo dan Seluma Selatan kabupaten Seluma, warga diminta waspada akan banjir susulan. Karena diketahui curah hujan masih akan terjadi.

"Saya minta warga untuk waspada banjir susulan. Hujan akan terus melanda dan logistik serta dapur umum juga ikut kita dirikan," ucap Bupati Seluma Bundra Jaya saat berada di lokasi banjir bandang Selasa (6/10).

Data terhimpun, akibat banjir bandang tersebut, jembatan akses menuju desa Air Keruh, menuju Tanjung agung dan akses jembatan ke sentral pertanian ikut tergerus air bandang. Serta dua rumah warga ikut hanyut. Beruntung tidak ada korban jiwa. Namun, Lahan pertanian tidak bisa di panen setelah ikut tergenang air. 
Sementara itu, dikawasan desa Lubuk Gio desa Kembang Seri dan Muara Danau serta Pasar Talo, desa batuan ikut terdampak banjir. Hanya saja, di kawasan banjir tersebut air sudah mulai surut.

"Walau air sudah turun namun tetap waspada akan hujan masih tetap terus menerjang,"terangnya.

Untuk sementara waktu diketahui, dinas terkait seperti BPBD dan Dinas Sosial sudah menyalurkan logistik bagi warga yang terdampak banjir. Termasuk mendirikan tenda darurat serta dapur umum, hal tersebut sebagai bentuk tanggap darurat akan bencana alam.

"Warga silahkan memanfaatkan fasilitas yang sudah diberikan untuk warga terdapak," terangya. 

Dijelaskan Bupati, terkait fasilitas yang terdampak banjir perangkat desa serta instansi terkait harus melakukan pendataan. Termasuk laporan sedetail mungkin akan kerusakan yang terjadi. Ini Agar kedepannya bisa dilakukan perbaikan. 

"Silahkan didata dan akan kita bangun melalui anggaran. Setidaknya bisa di usulkan untuk membangun baru dengan mengusulkan ke pemerintah pusat,"tegasnya

Sementara itu, salah seorang warga desa air keruh Seran (70) menceritakan bahwa banjir yang terjadi Senin malam tersebut merupakan banjir terbesar selama 70 tahun terakhir. Dugaan banjir tersebut terjadi akibat hutan yang mulai gundul dan guyuran hujan lebat sejak senin siang.

"Ini banjir yang terbesar selama 70 tahun terakhir ini. Beruntung tidak ada korban jiwa namun memang menjadi perhatian kita bersama agar banjir tidak terulang kembali," pungkasnya. (nor)