26 Tahun Mengawal Keadilan, Cahaya Perempuan Bengkulu Luncurkan Buku dan Gelar Seminar Nasional Perlindungan Hak Perempuan dan Anak

Create: Fri, 24/07/2026 - 20:05
Author: Admin 3

 

Bengkulu, eWarta.co – Memperingati perjalanan 26 tahun pengabdiannya dalam mendampingi perempuan dan anak korban kekerasan, Cahaya Perempuan Bengkulu bekerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Bengkulu menyelenggarakan Seminar Nasional Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan dan Anak yang dirangkaikan dengan peluncuran buku "26 Tahun Perjalanan Cahaya Perempuan Bengkulu: Mematahkan Belenggu Ketidakadilan". Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak di Provinsi Bengkulu.

Selama lebih dari dua dekade, Cahaya Perempuan Bengkulu telah menjadi bagian dari perjuangan menghadirkan keadilan bagi perempuan dan anak melalui layanan pendampingan, advokasi kebijakan, pendidikan publik, pengorganisasian masyarakat, hingga penguatan kapasitas perempuan. Perjalanan tersebut lahir dari kepedulian terhadap masih tingginya angka kekerasan, diskriminasi, perkawinan anak, serta berbagai bentuk ketidakadilan yang dialami perempuan dan anak di Bengkulu.

Buku "26 Tahun Perjalanan Cahaya Perempuan Bengkulu: Mematahkan Belenggu Ketidakadilan" diterbitkan sebagai dokumentasi perjalanan organisasi, berisi sejarah berdirinya Cahaya Perempuan Bengkulu, pengalaman mendampingi penyintas, praktik-praktik baik, tantangan yang dihadapi, serta pembelajaran yang diperoleh selama 26 tahun memperjuangkan perlindungan perempuan dan anak. Buku ini diharapkan menjadi sumber pembelajaran sekaligus inspirasi bagi masyarakat sipil, akademisi, pemerintah, dan generasi muda untuk terus memperkuat gerakan perlindungan hak asasi perempuan dan anak.

Seminar nasional menghadirkan Maria Ulfah dari Komnas Perempuan sebagai keynote speaker dengan tema penguatan sinergi pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat sipil dalam perlindungan perempuan. Kegiatan juga diisi dengan bedah buku bersama para pendiri, penulis, dan Dewan Pengawas Cahaya Perempuan Bengkulu, serta perspektif akademisi dari Fakultas Hukum Universitas Bengkulu mengenai peran perguruan tinggi dalam perlindungan dan pemenuhan hak perempuan dan anak. Kegiatan ini diikuti sekitar 150 peserta secara luring dan daring yang berasal dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, perguruan tinggi, tenaga kesehatan, UPTD PPA, organisasi masyarakat sipil, media, Forum Komunitas Perempuan Akar Rumput (FKPAR), Forum Perempuan Muda, serta berbagai mitra Cahaya Perempuan Bengkulu dari local, regional, dan nasional.

Direktur Eksekutif Cahaya Perempuan Bengkulu Leksi Oktavia menyampaikan bahwa perjalanan 26 tahun ini bukan sekadar peringatan usia organisasi, tetapi merupakan momentum untuk memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan setiap perempuan dan anak memperoleh hak atas perlindungan, keadilan, dan kehidupan yang bebas dari segala bentuk kekerasan.

"Buku ini adalah catatan perjuangan, pembelajaran dan harapan, selama 26 tahun mendampingi perempuan dan anak. Kami percaya perubahan hanya dapat diwujudkan melalui kerja bersama antara masyarakat sipil, pemerintah, perguruan tinggi, media, dan seluruh elemen masyarakat."ujar leksi 

Melalui seminar nasional dan peluncuran buku ini, Cahaya Perempuan Bengkulu mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat komitmen dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak, memperluas akses terhadap keadilan bagi penyintas, serta membangun Bengkulu yang lebih aman, setara, dan inklusif bagi semua.