Bengkulu, eWarta.co -- Pemerintah Provinsi Bengkulu intensifkan upaya penurunan stunting hingga tahun 2024, dengan mengevaluasi kinerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di wilayah tersebut. Evaluasi ini dilakukan pada minggu kedua Desember 2023 dan bertujuan untuk mempercepat sinergi antara program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dengan upaya penurunan stunting di Bumi Rafflesia.
Dr. H. Rosjonsyah, Wakil Gubernur Bengkulu dan Ketua TPPS, membuka evaluasi tingkat provinsi, menekankan pentingnya koordinasi dan sinkronisasi di setiap tingkat, mulai dari provinsi hingga desa, untuk berhasilnya penurunan stunting. Evaluasi melibatkan tokoh-tokoh kunci seperti M. Iqbal Apriansyah, Pelaksana Tugas Kepala Bappeda Provinsi Bengkulu, Yuliswani, Koordinator Program Manager (KPM) Yusran Fauzi, dan ahli lainnya di bidang ini.
Wagub Rosjonsyah menyoroti pentingnya evaluasi untuk meningkatkan koordinasi dan menilai kinerja TPPS dalam mengimplementasikan perintah konvergensi yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting. Evaluasi bertujuan untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan generasi emas di Bengkulu.

“Mengevaluasi program penurunan stunting, sejalan dengan rencana aksi nasional, adalah komitmen bersama kita untuk mencapai generasi unggul di Provinsi Bengkulu,” tekankan Wagub.
Wakil Gubernur menekankan bahwa evaluasi ini seharusnya menghasilkan komitmen bersama untuk mengambil langkah nyata ke depan, dengan harapan dapat mengatasi masalah stunting di Bengkulu dengan menyasar keluarga-keluarga yang berisiko.
Agenda evaluasi mencakup diskusi tentang kebijakan program penurunan stunting, melibatkan aspek tujuan, sasaran, dan target. Ini juga mengevaluasi kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan, sasaran, dan target sesuai dengan Perpres 72 dan ran-pasti serta inovasi. Evaluasi melibatkan sumber daya yang digunakan dan konvergensi yang dilibatkan.
Dalam laporannya, Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, M. Iqbal, menekankan perlunya meningkatkan koordinasi dan komitmen bersama untuk keberlanjutan upaya penurunan stunting di Provinsi Bengkulu. Evaluasi bertujuan untuk mengukur capaian program yang sedang berjalan dan kecenderungannya, memastikan kemajuan yang efektif dan efisien menuju target yang telah ditetapkan.
Iqbal menyatakan, "Mengidentifikasi hambatan dalam pelaksanaan program penurunan stunting menjadi dasar untuk menyempurnakan kebijakan dan pelaksanaan program yang akan datang. Dan agar dapat menyusun usulan rencana tindak lanjut kebijakan pelaksanaan atau perbaikan program dan perencanaan program yang akan datang meliputi: alokasi sumber dana, daya, dan manajemen."
Evaluasi ini menegaskan dedikasi provinsi untuk menghapuskan stunting dan memupuk kolaborasi di antara para pemangku kepentingan demi Bengkulu yang lebih sehat dan sejahtera. (Adv)









