Angka Gangguan Mental di Bengkulu Capai 15 Persen Nasional

 

BENGKULU, eWarta.co – Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Edriwan Mansyur, mengungkapkan bahwa angka gangguan kesehatan mental masyarakat di Bengkulu masih berada di bawah rata-rata nasional.

“Secara nasional angkanya sekitar 15 persen, sementara di Bengkulu masih di bawah 5 persen,” ujar Edriwan di Kota Bengkulu, Sabtu (8/11).

Ia menjelaskan, rendahnya angka gangguan kesehatan mental tersebut tidak terlepas dari masih kuatnya peran tokoh adat dan tokoh agama yang berpengaruh besar dalam kehidupan sosial masyarakat Bengkulu. Kehadiran mereka dinilai mampu menjaga keseimbangan sosial dan memberikan dukungan moral di tengah masyarakat.

“Kalau di daerah lain penanganannya lebih banyak bersifat kuratif di rumah sakit, di Bengkulu kita masih didengar oleh tokoh adat dan agama. Itu menjadi faktor yang menekan angka gangguan mental,” terang Edriwan.

Menurutnya, budaya gotong royong dan rasa kepedulian terhadap sesama juga turut memperkuat daya tahan masyarakat terhadap tekanan sosial dan psikologis. Dukungan sosial yang baik membuat masyarakat tidak mudah terisolasi saat menghadapi masalah.

“Di Bengkulu, kita masih saling peduli. Ada yang sakit, tetangga menjenguk. Ada yang berduka, lingkungan ikut membantu. Hal-hal seperti ini menjaga keseimbangan mental masyarakat kita,” tambahnya.

Edriwan menegaskan bahwa Dinas Kesehatan Bengkulu akan terus memperkuat layanan promotif dan preventif di bidang kesehatan mental, termasuk melalui edukasi dan penguatan jejaring dengan tokoh masyarakat.

“Kita ingin masyarakat tidak hanya sehat fisik, tapi juga mental dan sosial. Kesehatan mental harus dijaga bersama,” pungkasnya.