Angka Kekerasan Perempuan dan Anak di Bengkulu Menurun

Angka Kekerasan Perempuan dan Anak di Bengkulu Menurun
Create: Wed, 21/04/2021 - 15:30
Author: Alwin Feraro
Tags

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Provinsi Bengkulu, Foritha Ramadhani Wati mengatakan tindak kekerasan terhadap perempuan mengalami penurunan sejak 2015 hingga 2020.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kekerasan terhadap perempuan dan anak di Bengkulu, sejak tahun 2015 hingga 2020 mencapai 500 kasus kekerasan. Sedangkan untuk di tahun akhir tahun 2020 hingga sekarang mengalami penurunan kasus.

"Namun dibanding tahun 2019, sejak memasuki masa pandemi COVID-19 di tahun 2019 sebanyak 163 kasus dan untuk tahun 2020 sebanyak 173 kasus," kata Foritha Ramadhani, Rabu (21/4/21).

Melihat angka kasus tersebut, pihaknya terus berupaya untuk melakukan sosialisasi terkait pencegahan dengan berkolaborasi dengan aparat penegak hukum dan organisasi perlindungan perempuan dan anak serta lembaga-lembaga pendampingan.

Hal itu dilakukan untuk memberikan pendampingan di setiap kasus dalam rangka menangani korban-korban kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Selain kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, pihaknya juga menangani kasus lainnya seperti perdagangan orang," sambungnya.

Kedepan, tambah Foritha, pihaknya berharap perempuan dapat berperan aktif baik dalam sektor perekonomian. Hal ini sebagai bentuk penentu pendapatan di bidang pembangunan dan akses untuk meningkatkan pendapatan per kapita. 

Serta kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat mengalami penurunan bahkan tidak ada lagi perbedaan gender yang dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kami berharap perempuan khususnya orang tua dapat berperan dalam mencegahan pernikahan anak di bawah usia produktif. Hal itu dilakukan sebagai upaya pencegahan stunting dan ini merupakan masalah utama yang dihadapi oleh perempuan saat ini," tutup Foritha. (Bisri)