Audiensi Gagal, Mahasiswa Bakal Gelar Aksi Kenaikan Harga BBM

Audiensi Gagal, Mahasiswa Bakal Gelar Aksi Kenaikan Harga BBM
Create: Sat, 01/05/2021 - 14:34
Author: Alwin Feraro
Tags

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Upaya audiensi yang digelar sejumlah mahasiswa dari organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bengkulu, Jumat (30/4/21) kemarin gagal lantaran tak ada satupun pejabat Pemerintahan di sekretariat Provinsi Bengkulu yang menemui. 

Pengurus IMM Elekusman mengatakan upaya audiensi untuk mempertanyakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mengalami kenaikan sejak Januari lalu.

“Kami sudah mengajukan surat untuk bertemu serta membahas soal kenaikan harga BBM kepada gubernur Bengkulu. Tapi sesampainya di kantor gubernur, tidak ada satupun pejabat yang menemui,” ujar Elekusman, Sabtu (1/5/21).

Kendati hal tersebut tidak membuahkan hasil, pihaknya bakal menggelar aksi demonstrasi Rabu (5/5/21) mendatang. 

"Kami akan duduk melingkar dulu untuk membahas kenaikan BBM ini lebih lanjut bersama teman-teman. Tapi kemungkinan, tindaklanjutnya, Rabu akan kami gelar aksi di depan kantor gubernur," kata Koordinator Lapangan Aksi Kenaikan BBM, Abdurrahman Wachid.

Upaya ini dipicu dengan kenaikan harga Bahan Bakar Khusus (BBK) atau harga BBM non subsidi per-satu Januari 2021 lalu yang tertuang dalam peraturan gubernur nomor 2 tahun 2020 dan keputusan gubernur tahun 2020. 

Meski terbilang telat, Elekusman mengaku isu kenaikan BBM yang tidak begitu heboh ini tetap harus dikawal. Tersebut diperkuat akan kenaikan BBM yang dinilai memberatkan masyarakat Bengkulu terlebih dalam kondisi pandemi COVID-19.  

Adapun harga BBM yang naik yakni jenis pertalite dari Rp 7.650 per-liter naik menjadi Rp 8.000 per-liter, pertamax naik dari Rp 9.000 per-liter menjadi Rp 9.400 per-liter, pertamax turbo Rp 9.850 perliter menjadi Rp 10.250 perliter.

Demikian bahan bakar khusus jenis gasoil seperti dexlite naik dari Rp 9.400 perliter menjadi Rp 9.900 perliter dan Pertamina dex naik dari Rp 10.200 menjadi Rp 10.650. (Bisri)