BPOM Bengkulu Sosialisasi GEN-AMR Resistensi Antimikroba ke Ibu Hamil dan Menyusui

Create: Mon, 18/05/2026 - 13:49
Author: Admin 3

 

Bengkulu, eWarta.co -- Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Bengkulu bersama Dinas Kesehatan Kota Bengkulu meluncurkan program GEN-AMR SAFE (Generational Antimicrobial Resistance Safety Program) di Posyandu Mawar, Kelurahan Jalan Gedang, Senin (18/5/2026).

Program ini menyasar kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, dan lansia guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penggunaan antibiotik sembarangan.

Kepala Balai POM Bengkulu, Kodon Tarigan, mengatakan resistensi antimikroba akibat penggunaan antibiotik tanpa resep dokter kini menjadi ancaman serius.

Melalui program ini, BPOM bersama pemerintah daerah berupaya memperkuat edukasi masyarakat sekaligus mendukung kebijakan pengawasan distribusi antibiotik agar tidak diperjualbelikan secara bebas.

Kodon menyoroti kebiasaan swamedikasi atau pengobatan sendiri yang masih banyak dilakukan masyarakat, termasuk penggunaan antibiotik seperti ampisilin dan tetrasiklin hanya karena gejala ringan seperti demam.

“Selama ini masyarakat sering membeli antibiotik sendiri tanpa resep dokter. Bahkan obat sering dibagikan antar sesama. Ini berbahaya dan dapat menyebabkan resistensi. Karena itu kader posyandu diharapkan menjadi perpanjangan informasi kepada masyarakat luas,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Neli Hartati, menegaskan bahwa obat hanya aman jika digunakan sesuai dosis dan diagnosis medis.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan swamedikasi secara sembarangan, terutama penggunaan antibiotik, karena berisiko menimbulkan resistensi dan memperparah kondisi kesehatan.

Program GEN-AMR SAFE juga ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama antara BPOM dan Dinas Kesehatan untuk memperluas edukasi ke seluruh posyandu di Kota Bengkulu.

Kepala Puskesmas Jalan Gedang, Ns Eli Susanti, menyambut baik inovasi ini karena dinilai mampu meningkatkan literasi kesehatan masyarakat serta mendorong penggunaan antibiotik yang lebih tepat dan aman.