JEMBER, ewarta.co – Pemerintah Kabupaten Jember resmi meluncurkan program Homecare, layanan kesehatan gratis yang mendatangi langsung rumah-rumah warga miskin. Program yang digagas Bupati Jember, Gus Fawait, ini hadir sebagai jawaban atas kesenjangan akses kesehatan, khususnya di kawasan pedesaan.
Bagi masyarakat mampu, berobat ke dokter atau klinik spesialis tentu hal biasa. Namun bagi keluarga kurang mampu, penyakit kronis tidak hanya mengganggu fisik, tetapi juga memicu krisis ekonomi yang meruntuhkan dapur keluarga.
Gus Fawait mengungkapkan, gagasan Homecare lahir dari pengalaman masa kecilnya saat tumbuh di desa.
"Saya kerap menyaksikan tetangga sakit tetapi tidak berobat. Bukan karena tidak mau, melainkan tidak ada biaya untuk ongkos ke puskesmas. Saat tulang punggung keluarga sakit, mereka kehilangan penghasilan untuk makan," ujar Gus Fawait, Sabtu (1/8/2026).
Menurutnya, jaminan kesehatan di fasilitas medis saja tidak cukup jika akses menuju ke sana masih sulit. Melalui Homecare, pola layanannya dibalik: bukan lagi warga yang mencari negara, melainkan negara yang mendatangi warga.
Alur layanan Homecare dirancang secara komprehensif. Tim tenaga kesehatan (nakes) akan datang langsung ke rumah pasien untuk melakukan pemeriksaan dasar. Jika membutuhkan penanganan lebih lanjut, tim medis akan terhubung melalui sistem telemedicine dengan dokter spesialis maupun sub-spesialis dari RSD Dr. Soebandi, RSUD Kalisat, dan RSUD Balung.
Usai diagnosis ditegakkan, obat-obatan akan diantar langsung dari rumah sakit ke rumah pasien. Seluruh rangkaian layanan ini diberikan secara gratis, termasuk bagi warga yang belum terkaver BPJS Kesehatan atau Universal Health Coverage (UHC).
"Lebih dari 1.200 tenaga kesehatan kami libatkan, termasuk 160 dokter umum, spesialis, hingga sub-spesialis. Kendaraan operasional OPD juga kami optimalkan tanpa perlu membeli mobil baru," jelasnya.
Hal yang membedakan Homecare dengan program kesehatan biasa adalah pendekatannya yang holistik. Tim medis berkolaborasi dengan Dinas Sosial untuk sekaligus memantau kondisi rumah dan ketahanan pangan keluarga pasien.
Apabila kepala keluarga sakit berkepanjangan, pemerintah akan menyalurkan bantuan sembako agar kebutuhan gizi keluarga tetap terjaga. Langkah ini sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam upaya pengentasan kemiskinan.
Gus Fawait menjelaskan, terdapat lima kelompok prioritas yang menjadi sasaran utama program ini, yaitu:
* Lansia tunggal
* Anak terindikasi stunting
* Ibu hamil berisiko tinggi
* Penyandang disabilitas
* Warga miskin ekstrem
Meskipun demikian, warga di luar lima kategori tersebut tetap dapat mengakses layanan melalui Hotline Wadul Gus, yang sosialisasinya disebarkan lewat media sosial, portal berita, spanduk, hingga armada mobil Homecare.
"Homecare bukan hanya menyembuhkan yang sakit, tetapi juga mencegah warga rentan jatuh miskin akibat biaya kesehatan. Ini adalah wujud konkret hadirnya negara dalam memastikan hak dasar kesehatan yang layak dan bermartabat bagi seluruh warga," pungkas Gus Fawait. (Hafit/prw)










