Bengkulu, eWarta.co -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, bekerja sama dengan Pemerintah Daerah kabupaten/kota, terus mengambil langkah-langkah strategis untuk meminimalisir dan mencegah kebakaran. Kali ini, Pemprov membentuk Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) hingga tingkat desa/kelurahan, melibatkan langsung partisipasi masyarakat.
Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, menekankan pentingnya keberadaan Redkar tingkat desa/kabupaten saat kebakaran terjadi, karena relawan ini memiliki pemahaman mendalam tentang wilayah tempat tinggal mereka. Mereka menjadi garda terdepan dalam penanganan awal kebakaran, mengomandoi warga dan menghubungi pihak terkait untuk mencegah meluasnya kebakaran.
"Mengambil tindakan cepat di lapangan, supaya masyarakat tidak panik. Relawan bisa tampil di depan untuk mengomandoi agar kejadian kebakaran tidak meluas dan menelan korban, baik korban harta maupun korban jiwa," tegas Gubernur Rohidin setelah mengukuhkan Redkar Kabupaten Bengkulu Selatan.

Rohidin menekankan bahwa Redkar harus lebih proaktif dalam mencegah kebakaran, termasuk berkolaborasi dengan PLN dan melibatkan masyarakat dalam pemeriksaan berkala terhadap jaringan listrik.
Selain memberikan pelatihan dan sosialisasi tindakan awal pemadaman kebakaran, Redkar juga akan dibekali dengan sarana prasarana pemadaman api yang lebih praktis dan efisien. Gubernur menyoroti pentingnya memiliki alat pemadam terapung portabel, dan merencanakan pengadaan setidaknya satu per kabupaten/kota dan kecamatan.
Kasatpol PP Provinsi Bengkulu, Atisar Sulaiman, menjelaskan bahwa Redkar telah terbentuk di lima kabupaten/kota, melibatkan 1.400 relawan. Proses pembentukan Redkar di lima kabupaten lainnya dijadwalkan pada tahun 2024.
Meskipun mereka relawan, Atisar menyatakan akan diupayakan insentif bagi Redkar, dengan pembahasan formulasi anggaran yang sesuai, termasuk melalui kerjasama dengan dana desa. Pengadaan alat pemadam kebakaran juga akan diakomodasi melalui anggaran provinsi dan kabupaten/kota. (Adv)









