Dua Anggota DPRD Seluma Kawal Usulan Hutan Adat Pasar Seluma dan Penago ke Kementerian LHK

 

SELUMA, ewarta.co — Dua anggota DPRD Kabupaten Seluma, Hendri Satrio (PAN) dan Febrinanda Putra Pratama (PDI Perjuangan), menegaskan komitmen mereka untuk mengawal usulan pengakuan dua lokasi hutan adat di Kabupaten Seluma hingga ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Obb

​Dukungan tersebut disampaikan saat keduanya menghadiri peringatan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS) yang digelar Komunitas Adat Serwai di Desa Pasar Seluma, Kecamatan Seluma Selatan, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan itu dirangkaikan dengan konsolidasi organisasi Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Seluma serta penyerahan dokumen usulan Hutan Adat Pasar Seluma dan Penago kepada Pemerintah Kabupaten Seluma.

​Hendri Satrio menyatakan bahwa lembaga legislatif pada prinsipnya mendukung penuh pemenuhan hak-hak masyarakat adat di Seluma. Langkah ini melanjutkan komitmen daerah yang sebelumnya telah menetapkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2022 tentang Prosedur dan Mekanisme Pengakuan serta Perlindungan Masyarakat Adat.

​"Kami melihat ini momentum tepat. Menteri Kehutanan kita, Raja Juli Antoni, memiliki latar belakang aktivis lingkungan yang menaruh perhatian besar pada wilayah hutan masyarakat adat. Usulan ini akan kami kawal terus hingga ke tingkat kementerian," ujar Hendri.

​Ia menambahkan, pemisahan yang jelas antara hutan negara dan hutan adat sangat krusial untuk menekan potensi konflik agraria antara masyarakat adat dengan perusahaan pemegang izin konsesi.

​Sementara itu, Febrinanda Putra Pratama menegaskan keberadaan masyarakat adat dan hutan adat merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Hutan bukan sekadar kawasan bernilai ekonomi, melainkan ruang hidup, identitas, dan kebudayaan yang dijaga secara turun-temurun.

​"Ini bukan sekadar perubahan status kawasan, tetapi bentuk pengakuan dan perlindungan negara terhadap masyarakat yang selama ini menjaga alam. Masyarakat adat bukan penghambat pembangunan; mereka punya kearifan lokal untuk menjaga keseimbangan ekosistem," kata Febrinanda.

​Pria yang juga menjabat sebagai Ketua KNPI Seluma ini mengimbau seluruh pihak—mulai dari pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat—untuk memberikan perhatian serius pada usulan tersebut. Ia juga mengajak generasi muda untuk aktif mengawal isu kebudayaan dan lingkungan hidup. (Rns/adv)