Gubernur dan Menkes Luncurkan KBS dan Vaksinasi Massal Tahap II

Gubernur dan Menkes Luncurkan KBS dan Vaksinasi Massal Tahap II
Create: Thu, 11/03/2021 - 14:15
Author: Alwin Feraro
Tags

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Kehadiran Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di Bengkulu sukseskan vaksinasi COVID-19 tahap II yang digelar secara massal.

Vaksinasi dilaksanakan di pelataran Kampus Politeknik Kesehatan Kemenkes Bengkulu sekaligus dengan peluncuran Program Kartu Bengkulu Sejahtera (KBS) JKN-KIS oleh Menteri Budi Gunadi bersama Gubernur Rohidin Mersyah dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Herwan Antoni.

Vaksin massal disuntikan kepada petugas pelayanan publik terdiri dari wartawan, polisi pamong praja, tenaga kesehatan, forum koordinasi pimpinan daerah, tokoh agama dan pejabat di lingkungan provinsi.

Gubernur dan Menkes Luncurkan KBS dan Vaksinasi Massal Tahap II

Dari hasil skrining, vaksinasi diberikan kepada 1.000 orang dengan target pelaksanaan selama 1 hari. 

Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu turut mengakomodir petugas pelayanan kesehatan dari rumah sakit rujukan seperti Rumah Sakit Muhammad Yunus, Rumah Sakit Khusus Jiwa Soeprapto, Rumah Sakit Tiara Sella, Rumah Sakit Bhayangkara, Rumah Sakit Hidayah dan Doa, dan lainnya dalam suksesi vaksinasi.  

Menkes di kesempatan itu menyampaikan bahwa tantangan dalam menghadapi pandemi ini adalah respon yang paling penting dalam mengubah perilaku masyarakat seperti penggunaan pakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas. 

Menkes mengatakan dengan adanya pendekatan lembaga atau organisasi keagamaan dapat membantu pemerintah untuk dapat mengatasi juga mengurangi laju penularan COVID-19 sekaligus ajakan untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Menkes mengungkap, pelaksanaan vaksinasi ini merupakan rangkaian dari program vaksinasi nasional COVID-19 bagi 181,5 juta penduduk Indonesia dengan target pelaksanaan selama 1 tahun.

Gubernur dan Menkes Luncurkan KBS dan Vaksinasi Massal Tahap II

Pemerintah telah menetapkan sasaran prioritas penerima vaksin COVID-19. Pada tahap kedua ini, pemberian vaksin diprioritaskan bagi 38,5 juta tenaga pelayanan publik. Sebab, Menkes menilai mereka memiliki interaksi dan mobilitas tinggi sehingga rentan terpapar COVID-19.

"Saat ini Pemerintah Indonesia masih kekurangan Vaksin Sinovac dan saya minta pemerintah daerah untuk memanfaatkan vaksinasi yang sudah dialokasi sebaik mungkin," kata Budi.

Sementara itu Herwan Antoni menegaskan, vaksinasi tidak menjamin seseorang terhindar dari penularan COVID-19. Namun, pemberian vaksin berfungsi untuk memberikan kekebalan bagi tubuh, sehingga ketika sakit maka sakitnya lebih ringan.

"Dengan vaksin, kekebalan tubuh meningkat. Imun menjadi lebih kuat dan dapat meminimalisir penularan virus COVID-19," kata Herwan. 

Gubernur dan Menkes Luncurkan KBS dan Vaksinasi Massal Tahap II

Kunjungan kerja Menkes, juga dalam rangka peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Pendidikan dan Fakultas Kedokteran Universitas Bengkulu.

*Kartu Bengkulu Sejahtera untuk Keadilan Masyarakat*

Program Kartu Bengkulu Sejahtera (KBS), yang diperuntukkan bagi masyarakat Bengkulu yang belum mendapatkan Kartu Indonesia Sehat maupun Kartu Indonesia Pintar diluncurkan dalam kesempatan itu. 

KBS yang akan menyasar 33.743 ribu penerima manfaat diserahkan secara simbolis kepada penerima disaksikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi.

Gubernur Rohidin mrngatakan tujuan besar dari program ini adalah pemerataan dan keadilan bagi seluruh rakyat Bengkulu.

Sebab masih banyak warga miskin yang seharusnya menerima program perlindungan sosial, namun tak kunjung mendapatkannya.

“Hal itulah yang melatarbelakangi program tersebut ada. Jumlahnya cukup banyak, ada sekitar 12 persen dari jumlah total fakir miskin yang terdata di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial,” jelasnya.

Data Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu menyebutkan, masyarakat kurang mampu yang terdaftar sebagai penerima Program KBS tercatat sebanyak 33.743 peserta.

Adapun rinciannya sebagai berikut, Kabupaten Kaur 2.302 peserta, Bengkulu Selatan 2.951 peserta, Seluma 3.808 peserta, Kota Bengkulu 6.119 peserta, Bengkulu Tengah 2.068 peserta, Bengkulu Utara 4.853 peserta, Kepahiang 2.697 peserta, Rejang Lebong 4.843 peserta, Lebong 1.884 peserta dan Mukomuko 2.218 peserta. (Bisri)