Bengkulu - Ketua DPD Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Provinsi Bengkulu, Edwar Setiawan, menargetkan pembangunan 1.500 unit rumah pada 2026. Target ini meningkat signifikan dibandingkan realisasi tahun lalu yang mencapai sekitar 800 unit.
Edwar mengatakan optimisme tersebut didorong dukungan pemerintah melalui program tiga juta rumah. Selain itu, alokasi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari Kementerian Keuangan sebesar Rp200 triliun yang disalurkan melalui bank-bank Himbara turut mempermudah pengembang, baik untuk pembiayaan kredit maupun modal kerja pembangunan.
“Sekarang kuota tidak lagi menjadi kendala seperti sebelumnya. Dulu sering habis di pertengahan tahun, sekarang akad kredit bisa langsung berjalan tanpa menunggu tahun berikutnya. Awal tahun ini progres pembangunan sudah mulai bergerak,” ujar Edwar, Kamis (26/2/2026).
Saat ini terdapat sekitar 27 pengembang aktif yang tergabung dalam Himperra Bengkulu dan seluruhnya memiliki proyek berjalan. Pembangunan tidak hanya terpusat di Kota Bengkulu, tetapi juga tersebar di sejumlah daerah seperti Kepahiang dan wilayah lainnya.
Ia berharap program tiga juta rumah dapat dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).









