BENGKULU,eWARTA.co -- Selisih tunjangan kinerja guru madrasah sebanyak Rp 25,4 miliar segera dicairkan.
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Bengkulu Lapulangi sebanyak 3.779 guru Madrasah se-Provinsi Bengkulu lolos hasil verifikasi validasi (Verval) Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) 2015 – 2018.
Dana yang telah disiapkan oleh Kementerian Keuangan untuk pembayaran selisih tukin ini, kata Lapulangi sebesar Rp25,4 miliar.
"Data valid sebanyak 3.779 dewan guru tersebut mendapat tunjangan kinerja, tersebar di 57 Satuan kerja se-Provinsi Bengkulu," kata Lapulangi, Rabu (2/6/21).
Ia merincikan sebanyak 393 guru dari Bengkulu Selatan, 494 dari Kabupaten Bengkulu Tengah, 408 dewan guru di Kabupaten Bengkulu Utara, 211 dari Kabupaten Kaur. Kemudian sebanyak 529 dewan guru yang tersebar di Kabupaten Kepahiang, 251 guru dari Kabupaten Lebong, 360 dari Kabupaten Mukomuko. Selanjutnya 477 dari Kabupaten Rejang Lebong, 339 dari Seluma serta 1.134 guru dari Kota Bengkulu.
Atas progres tersebut Kepala Kemenag Zahdi Taher mewanti-wanti kepada seluruh jajaran Kemenag dan Kepala Madrasah agar tidak melakukan pemotongan, atau berbentuk sumbangan kepada dewan guru, jika verifikasi validasi yang dilaksanakan oleh operator Satuan Kerja tuntas.
"Saya tidak ada mau dengar, kepala madrasah maupun jajaran Kemenag melakukan pemotongan atau berbentuk pungutan-pungutan lainnya. Apabila ditemukan dan terbukti saya copot," kata Kakanwil. (Bisri)









