BENGKULU, eWarta.co – Fakultas Tarbiyah dan Tadris (FTT) Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu menyeleksi 98 artikel ilmiah untuk dipresentasikan dalam International Conference on Education and Teaching (ICET) 2026. Artikel tersebut terpilih setelah panitia menerima 399 abstrak dan melakukan proses seleksi terhadap 192 naskah lengkap (full paper) yang diajukan peserta.
Konferensi internasional bertema “Transforming Education for Sustainable Futures” ini menjadi forum bagi akademisi dan peneliti untuk bertukar gagasan, mempresentasikan hasil penelitian, serta membahas inovasi pendidikan yang berorientasi pada masa depan berkelanjutan.
Dekan FTT UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Hj. Khairiah, M.Pd., yang membuka kegiatan tersebut, mengatakan transformasi pendidikan harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui pemanfaatan teknologi, tetapi juga dengan memperkuat nilai kemanusiaan, etika, karakter, dan keberlanjutan.
“Pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada penyampaian pengetahuan. Pendidikan harus mampu membentuk manusia yang berpikir kritis, berkarakter, adaptif terhadap perubahan, menghargai keberagaman, serta memiliki tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Khairiah.
Menurutnya, penelitian dan inovasi menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang. Kolaborasi antarperguruan tinggi dan akademisi lintas negara juga diperlukan untuk menghasilkan pemikiran serta pendekatan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
ICET 2026 menghadirkan empat pembicara utama dari perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Mereka adalah Prof. Meng Huat Chau, Ph.D., dari Zhejiang International Studies University, Tiongkok; Prof. Dr. Syamsu Niam, M.Ag., dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia; Dr. Abdul Hamid Abdul Wahhab Muhammad Ali dari King Saud University, Arab Saudi; serta Assoc. Prof. Dr. Azali Saudi dari Universiti Malaysia Sabah, Malaysia.
Kehadiran para pembicara tersebut diharapkan memperkaya pembahasan mengenai transformasi pendidikan melalui perspektif lintas negara. Hasil penelitian yang dipresentasikan juga diharapkan dapat menjadi referensi untuk pengembangan inovasi pembelajaran, peningkatan kompetensi pendidik, dan penguatan kualitas pendidikan yang adaptif terhadap perubahan.
Ketua Panitia ICET 2026, Dr. Akhirudin, menyampaikan bahwa penyelenggaraan konferensi ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak di lingkungan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, khususnya Fakultas Tarbiyah dan Tadris.
Ia mengapresiasi dukungan pimpinan universitas, dekan fakultas, panitia, moderator, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi menjadi faktor penting dalam menyukseskan forum akademik berskala internasional.
Akhirudin berharap ICET dapat terus berkembang sebagai wadah penguatan budaya penelitian, peningkatan publikasi ilmiah, dan perluasan jejaring akademik lintas negara.
Melalui ICET 2026, FTT UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu berupaya memperluas kontribusi akademik dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pembaruan pendidikan. Pertukaran gagasan serta diseminasi hasil penelitian diharapkan memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. (**)










