Dukung Pembangunan Nasional, GP Ansor Lebong Adakan Dialog Kebangsaan

Rekonsiliasi Pasca Pemilu, GP Ansor gelar Dialog Kebangsaan
Create: Thu, 25/07/2019 - 14:43
Author: Redaksi

 

BENGKULU, ewarta.co - Dalam rangka mendukung pembangunan nasional pasca Pemilu 2019 dan rekonsiliasi sosial politik pasca pertemuan Jokowi-Prabowo, Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kab. Lebong menyelenggarakan dialog kebangsaan dengan tema "Mempererat Ukhuwah Demi Kemajuan Bangsa", Senin (25/07/2019).

Dialog tersebut diisi oleh beberapa narasumber, diantaranya Ketua PC NU Kab. Lebong, Arif Azizi dengan materi "Ukhuwah Islamiyah Untuk Kemajuan Bangsa dan Negara", Kasat Intel Polres Lebong, AKP Ngatmin dengan materi "Merawat Persatuan dan Kesatuan Pasca Pemilu 2019", dan Pabung Kodim 0409/RL, Kapten Inf Yon Anison, dengan materi "Memupuk Nasionalisme Untuk Kemajuan Bangsa".

Dalam penyampaiannya, Ketua PC NU Kab. Lebong, Arif Azizi menjelaskan bahwa Ukhwah Islamiyah adalah hubungan yang dijalin atas dasar rasa cinta dan akidah, yang diwujudkan dalam bentuk persahabatan bagaikan satu bangunan yang kokoh.

Selain itu, Ukhuwah Islamiyah juga mengandung makna suatu model pergaulan antar manusia yang prinsipnya telah digariskan dalam Al-Quran dan Al-Hadits.

“Ukhuwah Islamiyah mengajarkan manusia akan pentingnya suatu persatuan dan kesatuan dalam rangka mencapai sebuah tujuan. Dalam konteks bernegara dan berbangsa, Ukhuwah Islamiyah mengandung makna persatuan dan kesatuan diantara rakyat dalam rangka mewujudkan kemajuan bangsa”, papar Arif.

Ditambahkan Arif, melalui kegiatan ini, diharapkan agar Ukuwah Islamiyah Umat Muslim di Kab. Lebong dapat senantiasa terjaga agar proses pembangunan di Indonesia dapat berjalan dengan baik.

Sementara itu, terkait Pemilu 2019, Kasat Intel Polres Lebong, AKP Ngatmin mengatakan bahwa Polres Lebong telah melaksanakan pengamanan dengan menurunkan sekitar 200 personil. Pengamanan tersebut dilaksanakan secara ketat pada setiap tahapan Pemilu 2019.

“Pada pelaksanaan Pemilu 2019, terdapat beberapa kerawanan, diantaranya perpecahan diantara pendukung pasangan calon, penggunaan isu agama, penyebaran hoax dan isu ketidaknetralan aparat keamanan. Berbagai kerawanan tersebut mengancam persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia. Untuk itu, perlu dipahami berbagai gejolak politik yang terjadi, dengan berpegang teguh pada prinsip kesatuan dan persatuan bangsa”, jelas Ngatmin.

Beberapa bulan ke depan, imbuh Ngatmin, Kab. Lebong akan kembali melaksanakan pesta demokrasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati untuk periode 2020-2025, pihaknya berpesan agar masyarakat tetap menjaga persatuan dan kesatuan di tengah-tengah perbedaan pilihan politik.

Dalam kesempatan yang sama, Pabung Kodim 0409/RL, Kapten Inf Yos Arison juga menyampaikan bahwa nasionalisme merupakan sebuah rasa kecintaan dari seseorang kepada suatu bangsa, yang diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.

“Nasionalisme dapat dipupuk melalui hal-hal kecil, seperti memahami makna dari dasar negara, mewarat dan memahami nilai dari simbol-simbol negara dan senantiasa mendukung program pemerintah demi kemajuan bangsa”, tutup Yos. (APN)