Hasil Kerja Keras Tim Medis, Perdana: Pasien Positif Covid-19 di Bengkulu Dinyatakan Sembuh

HE (54), pasien pertama positif Covid-19 dinyatakan sembuh oleh tim kesehatan RSUD M. Yunus
Create: Sun, 19/04/2020 - 08:38
Author: Redaksi

 

BENGKULU, eWARTA.co - Kasus konfirmasi Covid-19 Bengkulu kembali berkurang, kondisi HE (54), pasien pertama positif Covid-19 dinyatakan sembuh oleh tim kesehatan RSUD M. Yunus, yang menjalani perawatan sejak 2 April 2020, kesehatannya terus membaik dari hari ke hari sehingga diperbolehkan pulang, Sabtu (18/4).

HE menuturkan, selama menjalani perawatan ia terus mengikuti arahan sesuai anjuran tim kesehatan rumah sakit. Ia pun menyakinkan dalam diri, dan menanamkan keinginan kuat untuk segera sembuh. Menurutnya, tim kesehatan juga selalu mendorong dengan memberikan motivasi setiap waktu.

"Saya ikuti semua anjuran yang diberikan tim kesehatan. Selama perawatan, tim kesehatan bekerja sangat baik dan penuh perhatian, bahkan untuk jadwal makan pun, sebelum jadwalnya sudah disuguhi makanan oleh tim kesehatan. Saya mengucapkan terimakasih, acungan dua jempol atas perhatian yang diberikan tim kesehatan yang mendampingi selama masa perawatan," terang HE saat dimintai keterangan sesaat sebelum menuju pulang ke rumah di Lobi RSUD M. Yunus, Sabtu (18/4).

Lebih lanjut HE mengatakan perhatian dari pemerintah daerah, keluarga, kantor, dan masyarakat, sangat berpengaruh besar bagi kondisi kesehatannya.

Setiap hari, komunikasi intens terjalin lewat telepon dengan keluarga, sekedar menanyakan keadaan dan saling menguatkan.

"Perhatian dari berbagai pihak sangat besar, termasuk Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah yang selalu memberikan support, begitupun pihak kantor. Di samping itu, ada keluarga yang selalu hadir memberikan motivasi, semangat dan saling menguatkan untuk segera pulih. Terimakasih kepada semua yang sudah mendoakan, dan memberikan motivasi," ucapnya sambil tersenyum.

Terakhir, HE memberikan motivasi agar pasien Covid-19 lain tetap semangat, jauhi rasa stres, sedih, dan tingkatkan keimanan, terus berdoa meminta kepada yang kuasa agar dapat melewati cobaan ini. Ibarat diberikan kehidupan kedua ia menangis haru, Allah SWT masih mendapat kesempatan hidup.

"Saya berserah diri kepada Allah, meminta penyakit ini segera diangkat. Setiap hari selalu berpikir optimis, untuk sembuh. Alhamdulilah, ibarat mendapat kehidupan kedua saya berhasil melewatinya. Allah mendengarkan doa yang saya panjatkan setiap waktu," ungkap HE sambil menitihkan air mata.

Sementara, Direktur RSUD M Yunus Zulkimaulub Ritonga menyampaikan di awal perawatan HE sempat mengalami penurunan kesehatan hingga hari keenam, kemudian di hari selanjutnya kondisi HE terus membaik dan dokter yang menangani selalu melakukan rontgen, sehingga terpantau paru-paru HE bersih.

"Kami bersyukur, yang bersangkutan bisa pulih dan kembali kerumah. Ini menjadi pengalaman kami dalam merawat pasien Covid-19, diawal awal sempat kami pertimbangan memasang alat bantu napas. Namun, kondisi tubuh pasien yang kuat membantu proses penyembuhan lebih cepat, sehingga hingga hari ini HN diperbolehkan pulang," jelas Zulki.

Kemudian Zulki menjelaskan HE hari ini sudah diizinkan pulang setelah 16 hari dalam tahap perawatan, selanjutnya HE akan menjalani isolasi secara mandiri di tempat yang sudah disiapkan. Namun masih tetap dalam pengawasan tim kesehatan.

"Nanti HE masih menjalani tahap isolasi secara mandiri, selama 8 hari kedepan dan Terus dipantau perkembangannya, didampingi oleh tim kesehatan dari rumah sakit," terang Zulki.

Zulki juga melaporkan bahwa berdasarkan hasil SWAB pertama pada 12 april kemarin, HE dinyatakan negatif. kemudian SWAB kedua diambil lagi, hasilnya masih menunggu dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang.

"Keputusan HE kita ambil, setelah Swab pertama yang keluar hasilnya negatif, sekarang masih menunggu Swab kedua. Namun, masih ada kendala teknis dari laboratorium di palembang, semoga beberapa hari kedepan keluar hasilnya," pungkas pria kelahiran medan ini.