Bengkulu, eWarta.co -- Realisasi pendapatan negara di Provinsi Bengkulu hingga pertengahan Maret 2026 tercatat mencapai Rp409,50 miliar dari target tahunan sebesar Rp3,33 triliun. Capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Bengkulu, Muhammad Irfan Surya Wardhana, mengatakan realisasi tersebut meningkat sekitar 24,18 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurutnya, peningkatan pendapatan negara didorong oleh membaiknya kinerja sejumlah sektor ekonomi di daerah, terutama sektor industri pengolahan yang ditopang oleh komoditas kelapa sawit.
Selain itu, aktivitas perdagangan yang berjalan lancar melalui Pelabuhan Pulau Baai juga turut mendukung penerimaan dari sektor kepabeanan dan cukai. Sementara itu, kontribusi dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat mencapai Rp121,86 miliar.
Ia menjelaskan, kontribusi terbesar PNBP berasal dari optimalisasi layanan publik yang dikelola Badan Layanan Umum, seperti perguruan tinggi negeri dan rumah sakit.
Secara rinci, realisasi pendapatan negara di Bengkulu terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp286,28 miliar, kepabeanan dan cukai Rp1,36 miliar, serta PNBP sebesar Rp121,86 miliar.
Meski mencatat pertumbuhan positif, Irfan mengimbau seluruh pihak terkait di daerah untuk terus mendukung optimalisasi penerimaan negara. Menurutnya, peningkatan pendapatan negara di Bengkulu dapat memberikan dampak terhadap penguatan ekonomi regional, termasuk mendorong pertumbuhan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berorientasi ekspor.
Sebelumnya, Kanwil DJPb mencatat realisasi pendapatan negara di Provinsi Bengkulu sepanjang Januari hingga awal Desember 2025 mencapai Rp2,32 triliun.
Pada periode tersebut, penerimaan perpajakan berasal dari pajak penghasilan sebesar Rp481,14 miliar dari target Rp1,06 triliun, pajak pertambahan nilai Rp1,03 triliun dari target Rp2,07 triliun, serta Pajak Bumi dan Bangunan sebesar Rp22,16 miliar dari target Rp25,24 miliar.
Selain itu, penerimaan dari jenis pajak lainnya tercatat sebesar Rp341,06 miliar. Untuk sektor PNBP, realisasi PNBP lainnya mencapai Rp164,23 miliar dari pagu Rp83,74 miliar, sementara pendapatan dari badan layanan umum tercatat Rp274,62 miliar dari target Rp281,99 miliar.









