BENGKULU, ewarta.co - Kembali ditemukan empat ekor bangkai penyu di dekat perairan pantai Teluk Sepang Kota Bengkulu yang tidak jauh dari pembuangan air bahang PLTU Batubara Bengkulu.
Mulanya, menurut laporan dari warga setempat, hanya disampaikan adanya penemuan dua penyu saja, namun saat tim dari Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu ke lokasi, ditemukan empat bangkai penyu.
Keempat penyu yang ditemukan ini langsung dievakuasi dan akan dilakukan pemeriksaan bertahap, untuk mengetahui apa penyebab penyu-penyu ini mati.
Sementara untuk pemeriksa bangkai penyu ini sendiri bukan sembarang orang, melainkan dokter hewan beserta timnya untuk mengambil sampel pengujian laboratorium dengan cara dibedah.
"Empat bangkai penyu itu akan diautopsi oleh dokter hewan Yanti dan sampel akan dikirim ke lab untuk mendapatkan penyebab dari kematian penyu tersebut," ungkap Kepala BKSDA Bengkulu Donal Hutasoit, Rabu (4/12).
Adapun sampel yang diambil pada pembedahan tersebut berupa hati (lever) dan sistem pencernaannya.
Untuk pemeriksaan awal secara fisik, keempat bangkai penyu ini ditemukan berupa sampah pelastik yang mengganggu pencernaannya.
Disamping itu, dokter Hewan Erny Suyanti mengatakan akan mengumumkan hasil laboratorium apa yang menjadi penyebab matinya keempat penyu ini.
Untuk pemeriksaan sementara, diperlukan waktu selama dua minggu untuk melakukan pemeriksaan dan menyimpulkan apa penyebab yang menjadi indikasi matinya penyu-penyu ini.
"Setelah selesai dari lab, kita akan umumkan hasilnya apakah ada bahan racun yang menyebabkan kematiannya. Untuk sementara kami akan melakukan pemeriksaan selama kurang lebih dua minggu, setelah itu baru kami akan menyimpulkan apakah ada indikasi racun yang menyebabkan kematiannya," pungkasnya. (Nay)









