BENGKULU,eWARTA.co -- Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Bengkulu Tahun 2022, Kamis (8/4/21).
Hadir dalam Musrembang yang dilaksanakan secara langsung dan virtual, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah Isnan Fajri, Pimpinan DPRD Provinsi Bengkulu, Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi, Bupati Mukomuko Sapuan, Bupati Kepahiang Hidayatullah Sjahid, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, serta Organisasi Perangkat Daerah.
Beberapa hal penting disampaikan Gubernur Rohidin Mersyah dalam Musrenbang yakni program strategis nasional dan prioritas pembangunan daerah terdiri dari peningkatan daya saing ekonomi, pengentasan kemiskinan kesejahteraan dan daya saing sumber daya manusia, pengembangan konektivitas dan pembangunan infrastruktur, peningkatan kinerja birokrasi, hilirisasi komoditas unggulan dan pengembangan pariwisata yang komperehensif dan kompetitif, juga pemulihan kondisi sosial pasca pandemi COVID-19.
“Moto pembangunan kita, mari bersinergi, berkolaborasi dan sinergitas antar pemerintah Provinsi Bengkulu dengan kementerian juga lembaga dan pemerintah Kabupaten-kota serta pimpinan instansi vertikal di wilayah pemerintahan Provinsi Bengkulu demi mencapai Bengkulu maju," kata gubernur.
Sementara itu, proyek nasional dalam RKPD seperti disampaikan Isnan Fajri adalah pengembangan pelabuhan Pulau Baai, pembangunan Jalan Tol Bengkulu-Lubuk Linggau, pengentasan kawasan blankspot area dan penyediaan air baku di Pulau Enggano, Pengembangan Bandara Fatmawati-Bandara Mukomuko-Bandara Enggano, dan pengembangan pembangkit listrik PLTP Hulu Lais.
Dari segi pemulihan pariwisata, kata Isnan, Provinsi Bengkulu melalui Dinas Pariwisata kembali meluncurkan jargon Natural of Bengkulu di mana pariwisata pasca pandemi COVID-19 dikemas lebih terarah pada pengembangan wisata alam yakni melalui desa wisata dan desa digital. Juga pelestarian pemajuan dan insklusifitas budaya dari pemahaman sejarah daerah, peningkatan aksesibilitas amenitas dan atraksi pariwisata daerah, dan pengembangan ekonomi kreatif.
Kemudian dari segi pengentasan kemiskinan, lanjut Isnan, pemerintah adakan aksi kerja rehabilitas perlindungan bantuan dan jaminan kesejahteraan sosial, peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja serta penciptaan lapangan kerja, peningkatan akses dan kualitas pendidikan, peningkatan akses kualitas kesehatan, dan peningkatan perlindungan dan pemberdayaan perempuan anak dan disabilitas serta partisipasi pemuda dan olahraga dalam pembangunan.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu memberikan apresiasi perencanaan pembangunan melalui seleksi RKPD Bappeda Provinsi Bengkulu dengan kriteria Bengkulu Selatan mendapat penghargaan sebagai Kabupaten Perencaan Terbaik pertama, Kabupaten Kepahiang urutas kedua dan Mukomuko urutan ketiga. (Bisri)









