Nilai Tukar Petani di Bengkulu Meningkat, Pembenahan Diperlukan

Create: Thu, 03/02/2022 - 13:05
Author: Alwin Feraro
Tags

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Nilai tukar petani atau NTP di Provinsi Bengkulu sepanjang tahun 2021 mengalami peningkatan rata-rata sebesar 135,00. Namun memasuki tahun 2022 NTP menurun sehingga perlu pembenahan tata kelola di setiap subsektor, dengan basis data yang kuat, masih perlu dilakukan.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu Win Rizal mengatakan NTP di Provinsi Bengkulu mengalami kecenderungan meningkat, namun mulai mengalami penurunan pada beberapa bulan terakhir memasuki 2022. 

"Hingga Januari 2022, NTP tertinggi terdapat pada Desember 2021 mencapai 143,93. Sementara NTUP tertinggi terdapat pada November 2021 mencapai 139,88," kata Rizal, Kamis (3/2/22).

Rizal memaparkan enam provinsi di wilayah Sumatera mengalami peningkatan NTP sementara empat Provinsi lainnya, termasuk Provinsi Bengkulu, mengalami penurunan NTP namun menempati urutan tertinggi kedua se-Sumatera.

Peningkatan NTP paling besar terjadi di Provinsi Aceh yang meningkat 1,74 persen atau 106,14 pada Januari 2022. Sementara penurunan NTP paling besar terjadi di Provinsi Riau yang menurun sebesar 1,50 persen.

Pada Januari 2022 NTP di Provinsi Bengkulu sebesar 143,00 atau turun 0,65 persen secara bulanan, yang antara lain dipengaruhi oleh indeks harga hasil produksi pertanian lebih rendah dibandingkan harga barang dan jasa yang dikonsumsi. 

Penurunan NTP dipengaruhi oleh turunnya NTP di tiga subsektor pertanian, yaitu hortikultura sebesar 7,07 persen, tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,75 persen, dan Perikanan sebesar 0,39 persen. 

Dua subsektor tanaman pangan dan peternakan justru mengalami peningkatan yaitu sebesar 1,60 persen, dan 0,80 persen.

"Berdasarkan hasil pemantauan harga perdesaan di Provinsi Bengkulu, indeks harga yang diterima petani pada sayur-sayuran, buah, tanaman obat, sawit, karet dan budidaya ikan mengalami penurunan. Sementara padi, palawija juga hasil peternakan naik," kata dia.

Sebagai dasar kesejahteraan petani, Dinas Tanaman Pangan Hotrikultura dan Perkebunan (DTPHP) Provinsi Bengkulu dibebani catatan untuk memaksimalkan perencanaan pelaksanaan pembangunan pertanian di Provinsi Bengkulu. 

Dengan anggaran pengembangan pertanian mencapai Rp40 miliar pada 2022 ini, DTPHP berperan menjaga NTP di Bengkulu terus meningkat.

"Kenaikan NTP menunjukkan bahwa petani dapat menikmati keuntungan dari hasil produksi mereka. Tren ini harus tetap dijaga dan terus ditingkatkan. Pemerintah dalam hal ini harus menjaga keseimbangan produksi dan konsumsi," kata Kepala Dinas TPHP, Ricky Gunarwan. 

"Dengan itu kami pemerintah dapat membantu mengembangan sarana pertanian baik fisik atau non fisik, dengan anggaran sebesar itu diharap petani kita dapat terus menyeimbangan nilai produksi dan konsumsinya," pungkasnya. (Bisri)