BENGKULU,eWARTA.co -- Manajemen Pertamina Patra Niaga (PT Pertamina) area Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menyebut distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke Provinsi Bengkulu tengah dalam tahap normalisasi.
Pejabat Sementara Area Manager Communication, Relation dan CSR Sumbagsel, Agustina Mandayati mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan normalisasi pengiriman BBM ke Bengkulu.
Hal ini menyusul ketersediaan BBM yang langka dalam beberapa pekan belakangan akibat dampak dari cuaca buruk sejak awal Desember 2021.
“Pertamina terus mengupayakan normalisasi stok dan penyaluran BBM di Kota Bengkulu tetap aman menyusul terjadinya akibat keterlambatan distribusi BBM dikarenakan cuaca buruk,” sampai Tina, Selasa (7/12/21).
Tina memaparkan saat ini kapal pengangkut BBM terus berjalan, dari Fuel Terminal (FT) Tanjung Gerem ke FT Pulau Baai. Dari beberapa yang bersandar dengan ketersediaan mencapai 5500 KL untuk sekali bongkar.
“Proses normalisasi sedang berlangsung dan membutuhkan waktu untuk recovery kondisi di lapangan. Sehingga nantinya dapat menyuplai kebutuhan BBM Bengkulu,” ungkapnya.
Keterlambatan pengiriman kapal pengangkut BBM dari FT Tanjung Gerem ke FT Pulau Baai kata Tina akibat dari cuaca buruk yang berdampak pada molornya distribusi BBM ke Bengkulu.
Selain itu Pertamina Patra Niaga melakukan langkah-langkah antisipasi pendistribusian BBM untuk memastikan dampak cuaca ekstrem dapat diminimalisir.
Untuk itu, pihaknya meminta bantuan BBM jenis pertamax dan bio solar ke terminal terdekat yakni terminal Lubuklinggau, Jambi, dan Lahat untuk bisa membantu memenuhi kebutuhan BBM Bengkulu.
“Terus dilakukan droping, ada 3 mobil, masing-masing 48 KL BBM jenis pertamax,” kata Tina.
Untuk itu, pihaknya berharap agar masyarakat tenang dan menghindari panic buying sehingga permintaan BBM bisa terkendali.
Selain itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemprov Bengkulu untuk mengupayakan antisipasi kelangkaan BBM. Di antaranya dengan pengalihan pasokan bahkan bisa saja dilakukan extra dropping untuk memastikan stok BBM cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. (Bisri)









