Pemilu 2024, Cerdas Memilih, Stop Politik Uang!

 

BENGKULU, ewarta.co -- Maraknya Aktivitas Money Politik pada saat Pemilu membuat pemilih semakin jauh dari harapan cerdas. Alasannya, money politik yang dilakukan selama pemilu dapat berdampak kepada kemajuan politik di Indonesia.

Menurut Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu Dempo Xler, untuk membuat masyarakat Indonesia khususnya Provinsi Bengkulu menjadi maju berpolitik, maka masyarakat harus pandai. Karenanya, jika memilih didasarkan paksaan atau karena uang, maka pilihan itu dipastikan merupakan pilihan yang salah.

"Jika kita memilih atas dasar uang, artinya kita mengambil pilihan yang salah. Maka dari itu khususnya anak muda bengkulu harus menjadi pemilih yang cerdas tanpa politik uang" Jelas Dempo.

Sementara itu M. Bugi Hidayat menambahkan 60 persen pemilih pada pemilu 2024 mendatang adalah pemilih pemula. Dalam data mereka adalah masyarakat usia 17 hingga 55 tahun.

Obb

Pemilih pemula terdiri dari pelajar, mahasiswa, hingga pensiunan kelompok yang sebelumnya tidak pernah memilih karena pekerjaan mereka. Seperti, pensiunan kepolisian, TNI, atau pensiunan dari lembaga negara yang sebelumnya tidak memilih.

"Secara total pemilih pemula itu ada 60 persen atau bisa mencapai 114 juta. Dari jumlah itu mayoritas pemilihnya adalah masyarakat yang cenderung berusia muda, merekalah sasaran edukasi kita" ucap Bugi (31/5/2023). (Re/adv)