ewarta.co - Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Lisyenti Bahar mengatakan penderita penyakit HIV/Aids se Provinsi Bengkulu dari tahun 2001 hingga 2018 berjumlah 1009 orang.
Sedangkan untuk di tahun 2018 saja sebanyak 82 orang dinyatakan positif terjangkit penyakit mematikan ini.
Lanjut Lisyenti, Dengan banyaknya penderita positif penyakit HIV/Aids di Provinsi Bengkulu, upaya yang telah lakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu terhadap para penderita tersebut telah melakukan pemeriksaan screaning dan layanan konseling didaerah yang dianggap beresiko, kemudian dilakukan pendampingan jika melakukan pengobatan baik di Rumah Sakit M. Yunus maupun di Puskesmas.
Sebagai pencegahan pada penderita penyakit HIV/Aids, pihaknya telah melakukan sosialisasi baik di Sekolah, Lapas, dan daerah yang terbesar beresiko terkena penyakit, untuk melakukan pencegahan dengan merubah perilaku agar tidak melakukan hubungan seks secara bebas (berlainan jenis maupun sesama jenis), melakukan transfusi darah dengan menggunakan jarum suntik (pemakai narkoba) dan agar menghindari adanya kegiatan yang dapat terjadinya perpindahan cairan tubuh dari penderita yang positif terkena dengan yang tidak terkena.
"Kita sudah upayakan dengan terus melakukan bermacam sosialisasi-sosialisasi baik di sekolahan, Lapas maupun daerah tertentu yang beresiko tinggi penularan penyakit ini, namun kenyataanya, penderita penyakit mematikan ini masih saja terus bertambah," terang Lisyenti.
Selain itu penderita penyakit HIV/Aids juga akan tertular dari penyakit TBC jika daya tahan tubuh manusia lemah , tutup Lisyenti.









