Pengelola Program Dashat Bengkulu Siap Dukung Layanan Gizi Seimbang untuk Cegah Stunting

Create: Mon, 24/11/2025 - 10:07
Author: Admin 3
Tags

 

BENGKULU, eWarta.co - Pengelola program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) di Provinsi Bengkulu menyatakan kesiapan untuk memberikan layanan menu makanan bergizi seimbang sesuai standar kebutuhan gizi masyarakat. Program ini menjadi salah satu upaya strategis dalam menurunkan angka stunting melalui penyediaan makanan bernutrisi dan edukasi gizi berbasis komunitas.

Ketua Dashat Kelurahan Lingkar Barat, Kota Bengkulu, Gusti Dahniar, menegaskan bahwa Dashat bukan sekadar tempat memasak, melainkan pusat edukasi dan praktik pola makan sehat. Program ini sejalan dengan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (kategori 3B).

“Dashat bukan hanya dapur, tetapi menjadi pusat pembelajaran pola makan bergizi, aman, dan bernutrisi. Kami siap mendukung penuh pemenuhan gizi masyarakat, khususnya sasaran 3B,” ujarnya.

Atas dasar itu, sejumlah pengelola Dashat di Bengkulu berharap pemerintah memberikan kesempatan bagi mereka untuk terlibat langsung dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui program pemenuhan gizi gratis bagi kelompok sasaran tersebut.

Program Dashat sendiri merupakan inisiatif Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) / BKKBN yang bertujuan menurunkan stunting melalui pemberdayaan masyarakat. Melalui Dashat, warga didorong menyediakan dan mengelola makanan sehat dan bergizi seimbang dengan memanfaatkan sumber daya lokal, agar ketahanan pangan keluarga dan gizi anak dapat meningkat.

Gusti Dahniar menambahkan bahwa sasaran utama program ini mencakup keluarga berisiko stunting, seperti calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, serta baduta dan balita yang memerlukan perhatian khusus.

“Tujuan Dashat adalah mencegah dan mengatasi stunting melalui penyediaan makanan bergizi seimbang, terutama untuk kelompok berisiko,” jelasnya.

Dengan semakin banyaknya Dashat aktif di Bengkulu, para pengelola berharap kontribusi mereka dapat semakin diperluas agar program pencegahan stunting berjalan lebih optimal di tingkat komunitas.