ASAHAN, eWARTA.co -- Proyek Pemeliharaan Ruas Jalan di Jalan Latsitarda yang bersumber dari APBD Kabupaten Asahan Tahun Anggaran 2022 Dinas PUPR Asahan dengan nilai kontrak sebesar RP. 3. 209. 598. 048, 88 dengan pelaksana CV Udrata Karya pada tanggal mulai 04 Juni 2022 dan selesai 30 November 2022 di Jalan Latsitarda 8 Nusantara lingkungan I Kelurahan Kisaran Naga Kecamatan Kota Kisaran Naga Diduga terkesan lambat dalam pengerjaan dan membahayakan pengguna jalan.
Kepala Lingkungan I Kisaran Naga Kecamatan Kota Kisaran Timur Kabupaten Asahan Sumardi Hasibuan mengatakan bahwa pekerjaan perawatan jalan ini terkesan lambat.
"Iya kenapa lama sekali pengerjaan nya, bescoast sudah diserak tapi lama di proses,sehingga menimbulkan debu, terus kerokan lubang jalan di biarkan menganga, nantinya bisa membahayakan pengguna jalan, ungkap Sumardi, Rabu (14/9).
Lebih lanjut, jalan ini banyak dilalui anak sekolah,pas nanti terkena lubang kerokan tersebutkan bisa bahaya.
Hal senada, Heriadi pengelola rumah makan Ajie Padang juga mengeluh mengatakan jalan di musim kemarau penuh dengan debu dan berlubang yang mengganggu tempat usahanya.
"Lama sekali pengerjaannya, sehingga debu banyak dan jalan berlubang membuat usaha saya terganggu, setiap menit saya membersih kan meja, steling dari abu dan pintu saya buka separuh untuk menghindari debu, jadi kan kelamaan konsumen merasa risih mau makan di tempat saya,"ucapnya.
Tolonglah agar di percepat pengerjaan proyek pemeliharaan jalan ini, jangan nanti usaha saya berhenti karena debu", cetusnya.
Pantauan dilapangan situasi hingga berita ini dirilis ditemukan banyaknya lubang menganga disepanjang jalan Latsitarda Nusantara 8 yang terkesan dibiarkan dan banyaknya debu-debu yang meresahkan warga setempat juga pengguna jalan. (3rik)









