Provinsi Bengkulu Kembali Raih Penghargaan Platinum IAA 2019

Penghargaan diserahkan kepada Gubernur Bengkulu Rohidin Mersya yang diwakili Asisten II Setda Provinsi Bengkulu Yuliswani, di Hotel ternama di Jakarta, (23/7).

 

Jakarta, ewarta.co - Pemerintah Provinsi Bengkulu kembali sabet penghargaan Platinum provinsi kecil kategori Pelayanan Publik dalam Indonesia's Attractiveness Award (IAA) 2019.

Penghargaan yang digagas oleh PT Tempo Inti Media Tbk dan Frontier Consulting Group ini, diserahkan kepada Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah yang diwakili Asisten II Setda Provinsi Bengkulu Yuliswani, di Hotel ternama di Jakarta, (23/7).

Yuliswani menegaskan, penghargaan tersebut berkat kerja keras pemerintah Provinsi Bengkulu dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat, termasuk kemudahan layanan perizinan investasi secara online melalui aplikasi online single submission (OSS) dan SIPANSE.

“Penghargaan ini berkat inovasi berbagai layanan publik yang dilakukan pemeritah Provinsi Bengkulu, seperti Inovasi Perizinan, Inovasi Layanan Kesehatan, Inovasi Layanan Pajak Kendaraan, Inovasi Layanan Kepagawaian, Inovasi Administrasi Kependudukan, dan Inovasi Penurunan Tingkat Pengangguran, serta Inovasi Transparansi Publik,” ujar Yuliswani.

Sementara itu, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyambut baik capaian pemerintah Provinsi Bengkulu dalam sektor pelayanan publik.

Hal tersebut, menurut Gubernur, menjadi motivasi untuk meningkatkan dan memaksimalkan kenerja pemerintah daerah.

“Dampak dari maksimalisasi layanan publik yang telah kita lakukan, Alhamdulillah menaikkan nilai investasi yang cukup baik. Realisasi Investasi PMDN dan PMA Triwulan III, Juli-September Tahun 2018 Rp4 Triliun, Naik 434% di Banding Triwulan III 2017 yakni Rp752,3 Milliar. Sedangkan Target nasional sebesar 168,7% yaitu Rp3,75 Triliun,” ujar Rohidin.

Di bawah kepempinan Rohidin Mersyah, Bengkulu berhasil raih penghargaan bergengsi ini secara berturut-turut.

Sebelumnya, Provinsi Bengkulu berhasil meraih penghargaan platinum sebagai provinsi katergori potensial infrastruktur dalam Indonesia's Attractiveness Award 2018. (Rls)