BENGKULU,eWARTA.co -- Managemen PT Pelindo II/IPC Cabang Bengkulu memastikan kedalaman pintu alur Pelabuhan Pulau Baai Kota Bengkulu tidak lagi mengalami pendangkalan.
Deputi General Manager (DGM) Komersial PT Pelindo II Cabang Bengkulu, Cecep Taswandi mengatakan masalah tersebut saat ini sudah teratasi dengan adanya kapal pengeruk.
Pihaknya memastikan kedangkalan alur pelabuhan akan selalu terjaga di kedalaman 10 meter Law Water Spring (LWS) atau dari permukaan darat saat air laut surut.
“Sampai beberapa tahun kedepan akan aman dari pendangkalan. Kami sudah ambil langkah kontrak pengerukan alur dengan sistem kedalaman,” kata Cecep, Selasa (29/6/21).
Cecep menjelaskan, untuk kontrak pengerukan pintu alur, tetap dilakukan dengan PT Rukindo yang merupakan anak perusahaan PT Pelindo.
Adapun kontrak kedalaman pintu alur yang berlaku selama 2 tahun sejak tahun inimemakan biaya senilai Rp120 miliar.
"Kontrak dengan spesifikasi kedalaman - 10 meter LWS dan sepanjang pintu alur sekitar 2 KM selama dua tahun," kata Cecep.
"Jika kedalamannya kurang dari - 10 meter LWS yang diukur dari surut terendah, maka pihak yang melakukan pengerukan tidak dibayar," tambahnya.
Selain itu ia menjelaskan, dengan kedalaman pintu alur - 10 meter LWS yang selalu terjaga, untuk kapal berkapasitas 30 ribu matriks ton atau sepanjang 200 meter bisa masuk ke pelabuhan. Dalam artian bisa melakukan aktifitas bongkar muat di dalam kolam pelabuhan dan jika sudah lebih harus melakukan ship to ship.
“Dengan kedalam alur pelabuhan terjaga, secara ekonomi tetap bisa menghemat pengguna jasa pelabuhan. Terlebih sejauh ini, sudah beberapa kapal berkapasitas besar melakukan aktifitas dalam kolam pelabuhan," tukas Cecep. (Bisri)









