Bengkulu, eWarta.co – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Bengkulu mencatat realisasi anggaran sebesar Rp11,35 miliar hingga 24 Oktober 2025.
“Realisasi ini mencakup 77 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota,” kata Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu, Mohamad Irfan Surya Wardana, dalam konferensi pers di Aula Raflesia, Rabu (29/10/2025).
Melalui program tersebut, sebanyak 199.320 anak sekolah telah menerima manfaat MBG. Sementara di tingkat nasional, realisasi anggaran mencapai Rp28,07 triliun atau sekitar 39,54 persen dari total pagu APBN.
Irfan mengakui, pelaksanaan program masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah keterbatasan kapasitas SPPG, yang baru mampu menjangkau 41,32 persen dari target 482.362 anak di Bengkulu. Kondisi ini membuat distribusi layanan belum merata antar kabupaten.
Selain itu, masih ditemukan ketidakterpaduan dalam penerapan sertifikasi SDM dapur dan standar sanitasi, yang berpotensi mengganggu operasional dapur MBG di beberapa wilayah.
“Dua isu utama di Bengkulu adalah kurangnya jumlah dapur aktif dan belum seragamnya penerapan standar sanitasi serta sertifikasi SDM,” jelas Irfan.
Sebagai langkah perbaikan, Kementerian Keuangan bersama Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan 200 SPPG baru yang kini memasuki tahap verifikasi dan pembangunan. Jika seluruhnya rampung, jumlah penerima manfaat MBG di Bengkulu diproyeksikan meningkat signifikan.
Namun Irfan menegaskan, apabila hingga akhir Oktober penyerapan anggaran belum optimal, maka dana akan direalokasi ke program lain sesuai ketentuan pengelolaan APBN.
“Kalau serapan anggaran tidak maksimal, kami pastikan realokasinya tetap diarahkan untuk program yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.









