Ricuh Demo Tolak Kenaikan BBM, Dua Mahasiswa dan Satu Polisi Terluka

Create: Wed, 31/08/2022 - 17:46
Author: Redaksi

 

BENGKULU, eWARTA.co -- Demo menolak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) oleh seratusan massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bengkulu yang digelar di Gedung DPRD Provinsi Bengkulu, Rabu (31/8/22) siang berlangsung ricuh.

Ketua Aksi, Rafindo mengatakan pihaknya meminta DPRD Provinsi Bengkulu menyampaikan aspirasi penolakan kenaikan harga BBM, dan menuntut janji menstabilkan harga bahan pokok di daerah.

Massa yang menyampaikan orasi di depan gedung meminta agar kepolisian dapat membuka ruang aspirasi dan membiarkan perwakilannya berdiskusi dengan legislator.

Kepolisian telah mengizinkan agar perwakilan aksi yang akan beraudiensi hanya beberapa orang.

Terlihat sejumlah perwakilan Anggota DPRD yang menemui para massa aksi yakni Dempo Xler, Usin P Sembiring, Sri Rezeki, Suimi Fales.

Namun pada kenyataannya aksi massa menerobos dan meminta agar sebagian massa masuk ke dalam ruang rapat DPRD.

Anggota dewan menolak hal tersebut lantaran tidak muatnya ruangan sehingga Polisi berinisiatif membubarkan massa ke luar gedung. Aksi dorong-dorongan tak terelakan hingga baku hantam antara Polisi dan massa.

Satu orang dari anggota Kepolisian dan dua massa HMI terlihat terluka di bagian kepala.

“Aku dipukul, aku dibenturkan kepala,” kata Auzan, salah satu massa yang terluka.

Auzan salah satu kader Komisariat Syariah HMI UINFAS Bengkulu, yang terluka di pelipis mata yang juga digotong keluar pagar gedung DPRD Provinsi Bengkulu.

Adapun point tuntutan HMI yang disampaikan Rafindo yakni menuntut pemerintah untuk tidak menaikan harga BBM bersubsidi, mendesak pemerintah untuk meninjau kembali rancangan APBN 2022, dan menuntut lembaga pemerintah terkait untuk menangkap serta menindak tegas mafia migas yang menyebabkan kebocoran BBM bersubsidi.

Kemudian HMI Bengkulu menuntut mentri BUMN, Menteri ESDM, dan Direktur Utama Pertamina untuk bertanggung jawab atas permasalahan BBM bersubsidi, menuntut DPRD Provinsi Bengkulu untuk mengakomodir keresahan masyarakat terkait kenaikan BBM bersubsidi.

Obb

"Jika tuntutan HMI Cabang Bengkulu tidak ditindak lanjuti maka hmi cabang bengkulu akan melakukan aksi lanjutan," tegas Rafindo. (Bisri)