SRO Donasikan Hasil Transaksi Pasar Modal untuk Donor Darah dan Penanganan COVID-19

Create: Sat, 09/18/2021 - 20:59
Author: Redaksi

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Peringatan hari ulang tahun (HUT) Palang Merah Indonesia (PMI) Nasional ke-76, organisasi regulator mandiri (SRO) pasar modal Indonesia yang terdiri atas PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), mengalokasikan seluruh pendapatan dari transaksi pasar modal untuk membantu kegiatan donor plasma dan donor darah di Provinsi Bengkulu.

Kepala BEI Perwakilan Bengkulu Bayu Saputra mengataan pendapatan yang terkumpul akan dikonversikan menjadi dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan dan akan dialokasikan ke berbagai macam kegiatan penanggulangan COVID-19, salah satunya adalah kegiatan donor darah dan donor plasma.

"Kegiatan ini spesial, sekaligus memperingati HUT PMI juga untuk menggalang kebutuhan darah di Bengkulu" kata Bayu, Sabtu (18/9/21).

Kali kedua, donasi sosial yang tergabung dalam perusahaan pasar modal dialokasikan untuk melakukan menggalang donor setelah sebelumnya BEI juga telah menyalurkannya kepada salah satu pusat pendidikan keagamaan.

Bayu mengatakan, dengan adanya dukungan bersama dari SRO, penggalangan donor darah ini dapat memenuhi kebutuhan darah di Bengkulu.

”Kegiatan tersebut dilakukan untuk mendukung kebutuhan darah untuk disalurkan melalui PMI, karena selama pandemi COVID-19, kebutuhan donor darah dan donor plasma cukup meningkat, sedangkan persediaan darah sangat terbatas" kata dia.

Menurutnya Pasar Modal sebagai salah satu aktivitas yang terdampak positif di masa pandemi karena meningkatnya investor, sehingga hal itu menjadi alasan bagi SRO melakukan pengalangan dana sosial. 

"Semoga kegiatan ini dapat membantu kemanusiaan dan yang bersifat sosial" kata dia. (Bisri)