BENGKULU, ewarta.co - Penyakit Hepatitis merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang, termasuk di Indonesia. Hepatitis terdiri dari Hepatitis A, B, C, D dan E, antara Hepatitis satu dan lainnya tidak saling berkaitan.
Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu, Lisyenti Bahar menghimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke pusat pemeriksaan kesehatan terdekat, terlebih lagi untuk wanita yang akan memasuki masa kehamilan, agar tidak ada keterlambatan pemeriksaan dan pencegahan penularan Hepatitis B, karena penularannya melalui cairan tubuh.
"Masyarakat harus tahu, petugas kesehatan harus paham betul, jangan tunggu sudah mau melahirkan baru diperiksa, takut kecolongan, makanya sekarang seluruh Kabupaten/Kota sudah harus melakukannya semakin cepat dideteksi, ibunya diberikan pengobatan sehingga bayinya lahir dalam kondisi sehat dan tidak kecolongan," sampainya disela kegiatan Seminar Hari Hepatitis Sedunia di salah satu Hotel ternama di kawasan Pantai Panjang Kota Bengkulu, Sabtu (31/8).
Akan tetapi, semua jenis hepatitis virus sama-sama menyerang pada hati dengan penularan yang berbeda. Hepatitis A penularannya bisa melalui makanan/minuman yang tercemar virus Hepatitis A yang berasal dari tinja penderita.
Gejala Hepatitis A akan muncul pada 15 - 50 hari atau rata-rata 28 hari setelah mengkonfirmasi makanan yang tercemar virus Hepatitis A, adapun gejala yang muncul bervariasi dari ringan sampai berat, seperti demam, lemas, nafsu makan berkurang, mual, muntah, nyeri pada perut bagian kanan atas, air kencing berwarna teh, ikterus, warna kekuningan yang bisa terlihat pada mata dan kulit, makin muda usia anak gejala yang muncul umumnya tidak khas atau kadang tidak memberikan gejala.
Tidak ada pengobatan khusus untuk Hepatitis A ini, pengobatan hanya bersifat simptomatis dan menjaga keseimbangan nutrisi.
Hepatitis B bersifat akut dan kronis serta dapat mengakibatkan sirosis atau pengerasan hati dan kanker hati, penularannya melalui darah dan cairan tubuh penderita seperti sperma, air liur dan cairan otak.
Untuk mengetahui seseorang pernah tertular Hepatitis B diperlukan pemeriksaan darah (HBsAG). Adapun gejala penderita Hepatitis B biasanya tanpa gejala atau hanya gejala ringan berupa cepat lelah, demam, mual, nyeri perut serta nafsu makan berkurang.
Sebagian besar orang tidak mengetahui telah tertular virus hepatitis B, oleh karena itu hepatitis B sering terlambat diketahui.
Hepatitis B bisa dilakukan pencegahan dengan pemberian kekebalan melalui imunisasi hepatitis B, seperti imunisasi aktif, imunisasi pasif dan imunisasi pada remaja dan dewasa setelah dilakukan tes laboratorium.
Untuk Hepatitis C sifatnya sama dengan Hepatitis B namun penularannya melalui darah dan cairan tubuh penderita.
Setiap orang bisa tertular Hepatitis C Tetapi beberapa kelompok lebih beresiko karena hepatitis C antara lain bekerja dengan darah dan produk darah, penggunaan jarum suntik tidak steril atau bergantian, pengguna tato, tindik, tindik, pisau cukur, jarum perawatan wajah, menicure atau pedicure tidak steril, penggunaan sikat gigi bergantian dengan penderita, pasangan homo sex serta sering berganti-ganti pasangan.
Gejala penderita hepatitis C biasanya tanpa gejala atau hanya gejala ringan berupa cepat lelah, mual, nyeri perut, demam dan nafsu makan berkurang.
Sebagian besar orang tidak mengetahui telah tertular virus hepatitis C, oleh karena itu hepatitis C sering terlambat diketahui, untuk itu perlu deteksi dini. Untuk mengetahui seseorang tertular Hepatitis C diperlukan pemeriksaan darah (antiHCV). (Nay)









