Test Literasi Saintifik Pro-Lisa 3D Diperluas ke SMA se- Kota Tegal

 

KOTA TEGAL – Upaya meningkatkan kualitas lulusan SMA melalui kemampuan berpikir ilmiah terus dikembangkan melalui program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM), salah satunya melalui pengembangan Assesment Literasi Saintifik Tiga Dimensi (Pro-Lisa 3D) sebagai tes terstandar literasi saintifik siswa SMA

Hal itu dibahas dalam rapat koordinasi penelitian di Aula SMA Negeri 3 Kota Tegal, Kamis (20/8/2026). Kegiatan dihadiri sejumlah kepala sekolah, wakil kurikulum, tim IT SMA se-Kota Tegal, Kasi SMA Wilayah XI Drs. Rismono, M.Pd., serta Fahmi Fatkhomi, M.Pd. dari UPS Tegal.

Prof. Dr. Purwo Susongko, S.Pd., M.Pd., dari Universitas Negeri Semarang mengatakan pengembangan tes telah dimulai sejak 2019 bersama SMA Negeri 2 dan SMA Negeri 3 Kota Tegal.

Awalnya, tes masih sederhana. Namun, setelah dievaluasi dan mengacu pada standar pendidikan jenjang SMA, pengembangan diperluas dengan tiga dimensi utama, yakni pengalaman ilmiah, penyelidikan ilmiah, dan Nature of Science atau pemahaman terhadap hakikat sains.

Riset berlanjut pada 2021 hingga 2023. Pada 2023, Pro-Lisa 3D mulai diterapkan kepada siswa kelas XII di SMA Negeri 2 dan SMA Negeri 3 Kota Tegal. Tahun ini, implementasinya diperluas ke SMA lain di Kota Tegal.

“Kalau ini berhasil, saya akan mengajukan lagi ke hilirisasi untuk Jawa Tengah. Jadi dari Tegal untuk Jawa Tengah,” ujar Purwo.

Sebelum masuk tahap hilirisasi, tim tengah mengusulkan hak paten Pro-Lisa 3D. Tes ini tidak hanya mengukur penguasaan materi IPA, tetapi juga kemampuan bernalar, melakukan penyelidikan, dan memahami hakikat sains.

Ke depan, sistem Pro-Lisa 3D juga akan dikembangkan agar hasil tes dapat diketahui secara lebih jelas oleh siswa maupun sekolah.

Purwo berharap Pro-Lisa 3D dapat berkembang dari instrumen penelitian menjadi alat ukur literasi saintifik yang terstandar dan nantinya digunakan lebih luas di Jawa Tengah. (David)