BENGKULU, ewarta.co — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Bengkulu menggelar Pelatihan Wartawan Ekonomi bertajuk "Sinergi Bank Indonesia dan Media dalam Mengkomunikasikan Kebijakan dan Mengangkat Potensi Ekonomi Bengkulu". Kegiatan yang berlangsung di Curup ini diikuti oleh puluhan jurnalis dan mitra media daerah.
Dalam pembukaan acara, Kepala KPw BI Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menyoroti capaian positif perekonomian daerah. Salah satunya ditandai dengan keberhasilan penyelenggaraan Festival Kopi Bengkulu serta pelepasan ekspor perdana kopi Kepahiang sebanyak 19,2 ton ke Italia.
"Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bengkulu saat ini cukup tinggi, yakni mencapai 5,11 persen. Ini merupakan pertumbuhan tertinggi keempat di Sumatra. Pergerakan ekonomi kita sudah berada di jalur yang benar (on the track) dan inflasi tetap terkendali," ujar Wahyu.
Wahyu menegaskan, keberhasilan memperluas pasar komoditas unggulan daerah tidak lepas dari peran pers. Media memegang posisi strategis dalam mengedukasi publik dan mempromosikan potensi ekonomi daerah ke tingkat nasional maupun mancanegara.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa menembus pasar internasional membutuhkan konsistensi mutu yang tinggi. Kopi untuk komoditas ekspor menerapkan standar dan kualifikasi yang jauh lebih ketat dibandingkan kopi untuk konsumsi domestik harian, mulai dari sertifikasi lahan, proses budidaya, hingga verifikasi pascapanen.
"Ekspor kopi Kepahiang ke Italia membuktikan bahwa komoditas kita mampu memenuhi standar ketat pasar global. Kita berupaya agar kopi Bengkulu terus go international, bahkan bisa hadir di jaringan kedai global seperti Starbucks, sehingga kesejahteraan petani lokal ikut terangkat," pungkasnya. (**)










