BENGKULU,eWARTA.co -- Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi Bengkulu Muhammad Syarkawi menyebutkan jumlah bantuan peternakan bagi kelompok tani di Bengkulu tidak jelas dan tercatat dalam database pemerintah.
"Rata-rata tidak terdata ternak selama ini, baik asalnya maupun anakan," kata Syarkawi, Selasa (27/4/21).
Syarkawi mengatakan tidak jelasnya jumlah bantuan dari Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan di wilayah Bengkulu berlangsung puluhan tahun lalu.
Untuk itu saat ini pihaknya tengah mengelola database jumlah bantuan ternak dari maupun hasil bantuan beberapa tahun terakhir secara manual di sejumlah wilayah seperti di Kabupaten Seluma, Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, dan Mukomuko.
"Semoga database didapat dan terkontrol hingga jelas bantuan pastinya guna pengembangan peternakan di Bengkulu," kata dia.
Namun apabila ternak yang selama ini dikembangkan tidak terdata dan ada, pihaknya meminta untuk menghapuskannya dari aset inventaris daerah.
"Jika sudah tidak ada barangnya, ya hapuskan saja bantuan ternak sebelumnya dari data aset," kata Syarkawi.
Sementara itu, tahun ini pemerintah Provinsi Bengkulu kembali mengajukan pengadaan bantuan hewan ternak sapi sebanyak 600 ekor kepada kementerian untuk masyarakat Bengkulu.
Syarkawi berharap bantuan bisa meningkatkan kegiatan pembangunan di bidang pertanian. (Bisri)









