BENGKULU,eWARTA.co -- Pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu menyebutkan anggaran perbaikan bangunan View Tower Bengkulu tidak teralokasi di tahun ini.
Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu Mulyani Toha mengatakan, meski bangunan view tower Bengkulu saat ini sudah memprihatinkan namun anggaran tahun 2021 tidak mengarah bangunan tersebut.
"Tahun ini belum ada penganggaran untuk view tower," kata Mulyani Toha, Jumat (23/4/21).
Sementara itu, pemancar view tower terlihat sudah rusak dan roboh sehingga dikhawatirkan membahayakan bagi para pengunjung.
Atas hal itu, pihak dinas berencana bertindak melepas beberapa bangunan view tower yang dianggap membahayakan itu.
"Sementara kami lepas untuk bagian atas, bukan dirobohkan," sambungnya.
Bangunan setinggi 43 meter tersebut berdiri sejak tahun 2012. Bangunan deteksi tsunami ini pernah menjadi bahan kajian bagi Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk di robohkan karena bangunannya telah mengkhawatirkan. Lalu bangunan view tower tersebut akan dikembalikan fungsinya sebagai lapangan merdeka.
Namun dari hasil penelitian dan kajian tim akademisi Universitas Bengkulu, kondisi bangunan bawah view tower masih bagus dan belum ada rencana untuk dilakukan perobohan.
Kendati demikian, meski belum ada rencana perobahan bangunan view tower Bengkulu, PUPR Provinsi Bengkulu juga belum ada perencanaan melakukan perbaikan.
"Hasil kajian dari akademisi Unib didapati bahwa untuk betonnya masih baik dan masih memungkinkan untuk direhab lagi," kata Mulyani. (Bisri)









