Keluhan Pelanggan Masih Tinggi, Perumda Tirta Hidayah Diminta Maksimalkan Analisis EPANET

Create: Mon, 02/03/2026 - 15:01
Author: Admin 3

 

Bengkulu, eWarta.co -- Perumda Tirta Hidayah Kota Bengkulu didorong mengoptimalkan penggunaan aplikasi EPANET untuk monitoring dan evaluasi sistem distribusi air bersih. Dorongan ini disampaikan Anggota DPRD Kota Bengkulu, Fenty Wisnuwardhani, menyusul masih adanya keluhan masyarakat terkait pelayanan air, Sabtu (28/2/2026).

Fenty menegaskan, perencanaan distribusi air bersih merupakan aspek krusial dalam pembangunan infrastruktur, baik di kawasan perkotaan maupun pedesaan. EPANET sebagai perangkat lunak open-source dinilai mampu membantu simulasi perilaku hidrolik dan kualitas air dalam jaringan perpipaan.

“Saya minta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap perencanaan. Masih banyak keluhan pelayanan, seharusnya itu bisa diminimalisir jika direncanakan dengan baik,” ujar Fenty.

Menurutnya, EPANET dapat menganalisis tekanan air, pola distribusi, hingga kebutuhan penambahan pompa dan katup (valve). Sistem distribusi, kata dia, harus terhubung dengan baik dan tidak boleh buntu agar aliran tetap stabil.

“Dari aplikasi itu bisa diketahui titik tekanan rendah atau tinggi, perlu tambahan pompa atau tidak, termasuk mempertimbangkan elevasi wilayah. Jika pompa terlalu kuat sejak awal, itu juga berisiko menyebabkan pipa pecah,” jelasnya.

Ia menambahkan, dengan data jaringan yang lengkap, operator dapat menghitung kebutuhan jumlah pompa, jarak ideal penambahan pompa, serta memastikan tekanan air di ujung jaringan tetap stabil. EPANET juga menyediakan pemetaan berbasis indikator warna untuk memudahkan identifikasi titik bermasalah.

Namun, Fenty menilai implementasi hasil analisis belum optimal. Meski Perumda mengaku telah menggunakan EPANET, tindak lanjut atas hasil simulasi dinilai masih perlu ditingkatkan.

“Masalahnya bukan sekadar menggunakan aplikasi, tetapi bagaimana hasil analisisnya ditindaklanjuti. Jika evaluasi dilakukan rutin setiap tahun, kesalahan dan kekurangan bisa diminimalisir,” katanya.

Ia juga mendorong tenaga teknis lebih aktif memanfaatkan fitur analisis, termasuk memantau usia pipa, potensi kebocoran, serta perencanaan perluasan jaringan ke wilayah yang belum terlayani.

“Dari situ bisa terlihat apakah suatu wilayah layak ditambah jaringan atau belum. Ke depan, aplikasi ini harus benar-benar dioptimalkan agar keluhan masyarakat bisa ditekan,” tutup Fenty.