Bengkulu, eWarta.co -- Genap berusia 18 tahun, organisasi mahasiswa PARADISE menandai perjalanan panjangnya dengan menggelar peringatan Dies Natalis ke-18 bertema “Tumbuh dengan Kehormatan, 18 Tahun Keunggulan.” Peringatan ini menjadi momentum refleksi, pembaruan, sekaligus tekad bersama untuk melangkah lebih jauh sebagai organisasi mahasiswa yang adaptif dan berintegritas.
Acara yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan itu dihadiri oleh pengurus aktif, alumni, serta perwakilan organisasi mahasiswa dari berbagai fakultas. Dalam sambutannya, Ketua Umum PARADISE M. Tedi Ansori menyebut bahwa usia ke-18 menjadi simbol kedewasaan organisasi yang harus diiringi dengan semangat baru dan arah yang lebih jelas.
“Delapan belas tahun bukan hanya angka perayaan, tapi tanda kedewasaan yang harus dibarengi dengan komitmen baru. PARADISE harus menjadi ruang tumbuh bagi mahasiswa yang berpikir kritis, beretika, dan siap menghadapi perubahan zaman,” ujarnya.
Menurut Tedi, organisasi yang selama hampir dua dekade menjadi wadah pengembangan potensi mahasiswa kini tengah menata langkah agar tetap relevan di tengah pesatnya arus digitalisasi. Ia menekankan pentingnya menyeimbangkan antara idealisme perjuangan mahasiswa dengan kemampuan beradaptasi terhadap realitas modern.
Momentum Dies Natalis kali ini juga dijadikan ajang memperkuat jejaring antarorganisasi mahasiswa (ORMAWA). Tedi menilai kolaborasi menjadi fondasi penting dalam menciptakan gerakan mahasiswa yang solid dan berdampak nyata.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Era sekarang menuntut sinergi dan kerja sama lintas organisasi agar perjuangan ini semakin besar dan bermakna,” tegasnya.
Selain meneguhkan nilai dasar organisasi seperti integritas, tanggung jawab sosial, dan kecerdasan intelektual, PARADISE juga menyoroti pentingnya regenerasi dan kaderisasi yang berkelanjutan. Semangat para pendiri dihidupkan kembali melalui berbagai kegiatan pembinaan dan pengabdian mahasiswa.
Capaian prestasi juga menjadi bukti nyata kebangkitan PARADISE. Tahun ini, perwakilan organisasi tersebut sukses melaju ke National Moot Court Competition (NMCC) serta menorehkan hasil membanggakan dalam kompetisi debat dan karya tulis ilmiah tingkat nasional.
Menutup acara, Tedi menyerukan agar semangat Dies Natalis ke-18 dijadikan pijakan untuk bersatu dan terus melangkah ke depan.
“Paradise bangkit, bangkit bersatu bukan sekadar slogan. Ini adalah gerakan bersama untuk menjaga kehormatan, memperkuat solidaritas, dan menumbuhkan keunggulan,” pungkasnya.









