Pemprov Bengkulu Gencarkan Upaya untuk Meningkatkan Produksi Kopi dan Stabilkan Harga

 

Bengkulu, eWarta.co -- Pemerintah Provinsi Bengkulu bersikap proaktif dalam mengatasi tantangan harga biji kopi yang terus melonjak, mencapai angka Rp55 ribu per kilogram. Mendorong produksi kopi menjadi fokus utama, sebagai respons terhadap dinamika pasar yang semakin kompleks. M Rizon, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, mengungkapkan bahwa walaupun harga kopi mengalami peningkatan, produksi saat ini masih jauh dari mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal.

Dalam upaya untuk meningkatkan produktivitas dan memperbarui kebun kopi di wilayah tersebut, Rizon menyatakan, "Pemerintah akan memberikan bantuan bibit kopi untuk peremajaan kepada petani,".

Langkah ini tidak hanya diharapkan dapat meningkatkan hasil panen tetapi juga memberikan dorongan positif kepada petani di tengah tantangan ekonomi.

Adv

Rizon menjelaskan bahwa harga biji kopi terus mengalami kenaikan yang signifikan, seiring dengan tingginya permintaan pasar. Saat ini, produksi petani hanya mencapai satu ton per hektar dari total 89 hektar kebun kopi di Provinsi Bengkulu. Dalam usaha mengatasi disparitas ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu menetapkan target ambisius untuk mencapai produksi biji kopi sebesar 2,5 ton per hektar pada tahun 2024.

"Pemerintah Provinsi Bengkulu menargetkan produksi biji kopi mencapai 2,5 ton per hektar pada tahun 2024 mendatang. Pemerintah juga memberikan jaminan akan menjaga stabilitas harga kopi," tambah Rizon.

Dengan komitmen tersebut, diharapkan sektor pertanian kopi di Provinsi Bengkulu dapat mengalami pertumbuhan berkelanjutan, memberikan kontribusi positif bagi ekonomi lokal, dan mengamankan pasokan kopi yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang. (Adv)