Pemprov Bengkulu Turun Tangan Sikapi Anjloknya Harga Sawit

Create: Fri, 22/05/2026 - 17:49
Author: Admin 3

 

Bengkulu, eWarta.co - Pemerintah Provinsi Bengkulu bergerak cepat menindaklanjuti keluhan petani sawit terkait turunnya harga tandan buah segar (TBS) di sejumlah daerah. Melalui rapat bersama seluruh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan kabupaten/kota, Jumat (22/5/2026), Pemprov meminta pengawasan ketat terhadap pabrik kelapa sawit agar tidak sepihak menurunkan harga di tingkat petani.

Rapat yang digelar secara daring dari Kantor Gubernur Bengkulu itu dipimpin langsung Wakil Gubernur Bengkulu Mian. Fokus utama pembahasan yakni memberikan kepastian dan ketenangan kepada masyarakat di tengah anjloknya harga sawit dalam beberapa hari terakhir.

“Kita melaksanakan rapat ini untuk memberikan keteduhan dan ketenangan kepada masyarakat bahwa kebijakan yang dibuat pemerintah bertujuan melindungi petani di daerah. Pemerintah saat ini membutuhkan transparansi, tidak ada lagi ekspor titip-titip, data yang tidak tercatat di negara, maupun praktik mark up. Ini harus kita berikan pengertian kepada masyarakat,” kata Mian.

Menurut Mian, penyebab turunnya harga sawit di wilayah Sumatra, termasuk Bengkulu, masih perlu ditelusuri lebih lanjut. Karena itu, ia meminta kepala dinas di kabupaten/kota turun langsung ke lapangan untuk berkoordinasi dengan pihak pabrik kelapa sawit dan mencari penyebab turunnya harga pembelian TBS.

“Ini menjadi perhatian bagi kepala dinas di daerah agar pabrikan kelapa sawit tidak sekonyong-konyong menjatuhkan harga di tingkat petani sebelum ada kebijakan resmi. Apalagi penurunannya sangat drastis,” ujarnya.

Mian menegaskan, kebijakan pemerintah pusat yang tengah dijalankan saat ini bertujuan menjaga tata kelola ekspor dan stabilitas ekonomi nasional, termasuk melindungi petani sawit dari praktik yang merugikan.

“Kita yakin kebijakan Presiden Prabowo ini untuk mengontrol ekonomi kita,” imbuhnya.

Sebagai tindak lanjut, Mian mengaku akan turun langsung menemui masyarakat dan petani sawit di sejumlah daerah untuk memberikan penjelasan terkait kondisi yang terjadi serta menyerap aspirasi petani di lapangan.

“Menindaklanjuti arahan gubernur, nanti saya akan turun langsung ke masyarakat dan petani sawit untuk memberikan pemahaman yang didorong oleh pemerintah provinsi,” tutupnya.

Diketahui, harga ketetapan TBS sawit Bengkulu saat ini berada di angka Rp3.465 per kilogram. Namun dalam dua hari terakhir, petani di beberapa kabupaten mengeluhkan harga sawit di tingkat pabrik dan pengepul turun tajam jauh di bawah harga ketetapan.