Pencairan Dana Desa di Bengkulu Baru 9,81 Persen

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Dirjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu, Syarwan
Create: Wed, 31/03/2021 - 19:39
Author: Alwin Feraro
Tags

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Dirjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu, Syarwan menyebutkan pencairan Dana Desa (DD) tahap pertama di Provinsi Bengkulu hingga 30 Maret tahun 2021 baru mencapai 9,81 persen, bahkan masih ada tiga kabupaten yang sama sekali belum mencairkan dana desa.

"Pencairan DD masih terbilang kecil ya. Masih di angka 9 persen," kata Syarwan, Rabu (31/3/2021).

Kendalanya kata dia, berasal dari desa itu sendiri yang belum menyiapkan persyaratan untuk pencairan DD.

Syarwan mengatakan, dari 9 kabupaten di Provinsi Bengkulu, baru 6 Kabupaten yang termasuk dalam 9,81 persen desa yang sudah melakukan pencairan DD tersebut. 

"Keenamnya Rejang Lebong, Bengkulu Utara, Bengkulu Selatan, Seluma Kaur dan Mukomuko. Kabupaten Mukomuko baru 8 persen. Selain itu, ada 3 kabupaten yakni Lebong, Kepahiang dan Bengkulu Tengah yang masih belum sama sekali melakukan pencairan," kata Syarwan.

Lebih lanjut, ia meminta agar pemerintah desa secepatnya menyelesaikan persyaratan untuk pencairan DD. 

"Jika belum bisa semua, paling tidak yang 8 persen untuk COVID-19 itu dulu. Agar jika sewaktu-waktu di desa ada yang terkena COVID-19, dapat menggunakan DD untuk pengobatan dan penanganannya," tambah dia.

Ia menambahkan, melalui DD ada Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk masyarakat miskin yang terdampak COVID-19, sehingga jika DD sudah dicairkan paling tidak dapat membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan.

Berdasarkan pagu DD di Provinsi Bengkulu saat ini mencapai Rp 1.805 triliun dengan pagu terbesar ada di Bengkulu Utara yakni Rp170 miliar, disusul Kaur Rp 147 miliar, Seluma Rp 141 miliar, Mukomuko Rp 123 miliar, Rejang Lebong, 113 miliar, Bengkulu Tengah Rp 112 miliar, Bengkulu Selatan Rp 110 miliar, Kepahiang Rp 86 miliar dan Lebong Rp 79 miliar. (Bisri)