Bengkulu, eWarta.co -- Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi Bengkulu mengumumkan penundaan rencana pengadaan bibit sapi yang sebelumnya dijadwalkan pada tahun 2024. Alasan di balik keputusan ini adalah keterbatasan anggaran yang harus diarahkan untuk penyelenggaraan pesta demokrasi pada tahun depan.
Muhammad Syarkawi, Kepala Disnakeswan Provinsi Bengkulu, menjelaskan bahwa penundaan tersebut dilakukan untuk memusatkan anggaran yang terbatas pada pemeliharaan hewan ternak yang sudah ada di Provinsi Bengkulu. Langkah ini diambil dengan harapan dapat meningkatkan produksi hewan ternak yang sudah ada.
"Porsi anggarannya kecil, sehingga kita manfaatkan untuk pemeliharaan hewan ternak," ujar Syarkawi pada Jumat (15/12).

Syarkawi menambahkan bahwa anggaran pembangunan, termasuk pengadaan bibit sapi, diperkirakan akan lebih kecil karena sebagian besar anggaran akan dialokasikan untuk Pilkada. Oleh karena itu, pada tahun ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu memilih untuk memberikan prioritas pada pemeliharaan hewan ternak yang sudah ada, dengan tujuan memastikan produksinya tetap optimal.
"Tahun ini, fokus kita adalah bagaimana ternak-ternak ini dapat terus mempertahankan produksinya," ungkap Syarkawi.
Dengan penundaan ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap dapat mengoptimalkan pemanfaatan anggaran yang terbatas dan memberikan dampak positif pada sektor peternakan yang merupakan bagian penting dari perekonomian daerah. (Adv)









