BENGKULU, ewarta.co - Menampung aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya (Dapil), yakni dapil IV, Anggota DPRD Kota Bengkulu Solihin Adnan mendapat curhatan tak biasa dari warga Kelurahan Nusa Indah Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu.
Sebab, warga yang datang pada reses Solihin Adnan yang diadakan di Masjid Ar-Rahman Kelurahan Nusa Indah, meminta diadakannya motor sampah untuk mengangkut sampah-sampah rumah tangga di lingkungannya, RT 12.
Memang, bukan hanya di RT 12 yang bermasalah mengenai sampah rumah tangga, namun di rt lainnya juga memiliki permasalahan yang sama.
Yang menjadi masalah itu adalah sampah rumah tangga ini untuk rumah-rumah warga yang masuk gang tidak ada yang mengangkut, lantaran mobil sampah dari Dinas terkait tidak menjangkau sampai ke dalam gang.
Bahkan, ada jasa angkut sampah untuk warga yang di dalam gang dengan menggunakan motor bak dan warga yang berlangganan dikenakan biaya Rp 50 ribu per bulan.
Dikatakan Solihin Adnan, Kelurahan Nusa Indah dinilai memiliki lingkungan yang cukup tertata, namun ada beberapa hal yang menjadi persoalan dan bukan di Kelurahan ini saja, yaitu mengenai tata kelola sampah.
"Kita sampaikan tadi, kita sudah mengesahkan APBD melalui Dinas Lingkungan Hidup, kita sudah mengesahkan terhadap anggaran pengadaan kontainer sampah," katanya, Rabu malam (4/12).
Namun, laki-laki yang kerap disapa Bung Een ini juga mengingatkan akan pencermatan terkait efektivitas pengadaan kontainer sampah ini, sebab hanya menjadi tempat pembuangan sementara yang nantinya akan diangkut lagi menggunakan truk ke tempat pembuangan akhir di Air Sebakul.
Mengenai permintaan warga yang meminta motor sampah, dirasa kurang efisian karena jarak Kelurahan Nusa Indah ke Tempat Pembuangan Akhir lumayan jauh, ditakutkan nantinya motor sampah yang digunakan tidak mampu mengangkut sampah hingga ke TPA.
Maka dari itu, politisi Gerindra ini menyarankan adanya manajemen sampah, sampah rumah tangga tadi dikumpulkan menjadi satu dan diletakkan ke dalam kontainer, lalu kontainer akan diangkut oleh dump truk untuk membuang sampah tadi ke TPA.
Sekira 32 kontainer yang diuslkan untuk diletakkan ke penjuru Kota Bengkulu, akan tetapi tata letak kontainer sampah dan jadwal pengangkutan sampah ini juga harus dipertimbangkan dengan baik agar tidak ada permasalahan dikemudian hari.
"Inilah persoalan kota, tidak lebih dari persoalan lingkungan, persoalan banjir dan juga persoalan sampah yang paling utama, bagi saya pribadi persoalan sampah ini menjadi persoalan yang serius," tandasnya. (Nay)









