BENGKULU,eWARTA.co -- Sejumlah harga bahan pokok di pasar tradisional Kota Bengkulu mengalami kenaikan sejak 9 April memasuki Bulan Ramadan.
Berdasarkan pantauan harga pangan versi Bank Indonesia, kenaikan di sejumlah pasar tradisional dan moderen di Kota Bengkulu tidak terlalu signifikan.
Kenaikan harga terjadi pada komoditas telur ayam ras di mana setiap kilogramnnya (kg) naik sebesar Rp100 atau Rp25.300/kg, ayam naik Rp10.000 atau Rp42.000/kg, bawang putih naik Rp50 atau Rp30.000/kg, cabai rawit naik Rp950 atau Rp57.550/kg, dan cabai rawit merah naik Rp450 atau Rp84.850/kg.
Sementara itu, cabai merah besar mengalami penurunan Rp250 atau Rp51.400/kg dan cabai merah kriting turun Rp Rp400 atau Rp50.400/kg.
Komoditas yang cenderung stabil yakni daging sapi Rp129.000/kg, bawang merah sedang Rp33.850/kg, minyak goreng curah Rp13.900/kg, minyak goreng kemasan bermerek Rp15.400/kg, gula pasir premium Rp15.550/kg, dan gula pasir lokal Rp13.350.
Rahma konsumen Pasar Minggu Kota Bengkulu mengatakan, kenaikan yang terjadi sepekan terakhir tidak terlalu berdampak pada stabilitas harga pasar. Sejumlah pedagang, kata dia masih menjual dengan harga sama sebelum memasuki Ramadan.
Hanya saja, bahan pokok terutama ayam yang menjadi menu hariannya naik cukup tinggi membuat ia harus beralih ke bahan pokok ikan juga telur ayam.
"Untuk sayuran cenderung stabil. Gula dan beras masih dengan harga yang sama," kata dia. (Bisri)









