Senator Destita Reses di Pasar Manna, Ini Aspirasi Masyarakat

Create: Wed, 30/07/2025 - 18:08
Author: Admin 3

 

Bengkulu Selatan – Anggota DPD RI Dapil Bengkulu, Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., menggelar reses bersama masyarakat Pasar Manna di Rumah Mega, Rabu sore (30/7/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari masa reses DPD RI 18 Juli–6 Agustus 2025 untuk menyerap aspirasi langsung dari masyarakat.

Puluhan warga hadir dengan antusias menyampaikan persoalan seputar sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), bantuan pendidikan Program Indonesia Pintar (PIP), dan akurasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTSEN).

Warga mengeluhkan keterbatasan daya tampung sekolah negeri di Pasar Manna yang memicu persaingan ketat, meski rumah calon siswa berada dekat sekolah tujuan. Sistem zonasi dinilai belum memudahkan, terutama bagi keluarga dengan keterbatasan akses informasi dan kemampuan teknologi untuk pendaftaran online. Dugaan manipulasi data domisili juga mencuat, sementara ruang pengaduan dianggap belum efektif.

Bantuan PIP juga disorot karena belum tepat sasaran. Banyak anak dari keluarga miskin tidak terdata, meski memenuhi kriteria, sementara pencairan bantuan dinilai lambat dan tidak merata. Sejumlah siswa yang sudah masuk Dapodik bahkan belum menerima bantuan hingga pertengahan 2025. Warga menilai perlu pendampingan dari sekolah untuk membantu orang tua memahami proses pengajuan dan pencairan PIP.

Akurasi data DTSEN menjadi keluhan lain. Banyak keluarga miskin tidak terdata, sedangkan bantuan sosial dan JKN justru diterima keluarga yang dianggap mampu. Sulitnya kanal pengaduan membuat warga kesulitan memperbaiki data yang keliru.

Menanggapi hal itu, Senator Destita berkomitmen mendorong Dinas Pendidikan menyusun panduan PPDB yang lebih adil, memperkuat kanal pengaduan, dan melibatkan masyarakat dalam perumusan kebijakan. Ia juga mengusulkan audit dan pengawasan PIP, pembentukan unit pendampingan sosial di sekolah, serta pembaruan data DTSEN melalui musyawarah RT/RW dengan penguatan peran pemerintah desa.

Destita menegaskan perlunya akses publik terhadap data sosial dan sistem koreksi data yang transparan serta responsif. Kegiatan reses ditutup dengan foto bersama dan ramah tamah, mempererat komunikasi antara senator dan warga.