Senator Destita Serap Aspirasi Seniman Miniatur Bengkulu, Dorong Pengakuan dan Dukungan Nasional

Create: Sat, 24/05/2025 - 08:06
Author: Admin 3

 

Bengkulu – Dalam rangka pelaksanaan kegiatan reses, anggota DPD RI Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M. (B-26) menggelar pertemuan dengan para seniman dari komunitas Rafflesia Bahari Miniatur pada Sabtu, 24 Mei 2025, bertempat di Kelurahan Bentiring Permai, Kota Bengkulu. Kegiatan yang berlangsung pukul 11.00–13.00 WIB ini menjadi momen strategis untuk menyerap aspirasi pelaku seni miniatur di daerah pemilihan.

Kegiatan reses ini dilaksanakan sesuai surat nomor B/RP.00/1309/DPDRI/V/2025 dalam rangka menghimpun masukan dari masyarakat di daerah pemilihan. Tujuan utamanya adalah memperkuat representasi kebijakan agar selaras dengan kondisi dan kebutuhan konstituen.

Dalam dialog tersebut, para seniman mengungkapkan sejumlah kendala utama yang mereka hadapi, seperti minimnya perhatian terhadap seni miniatur sebagai bagian dari ekspresi budaya dan potensi ekonomi kreatif. Selain itu, keterbatasan pelatihan teknis, sulitnya akses bahan baku berkualitas, serta rendahnya promosi dan pemasaran menjadi persoalan yang kerap menghambat produktivitas mereka.

“Kami butuh ruang pamer tetap dan dukungan pembiayaan untuk bisa terus berkarya dan mengedukasi generasi muda tentang seni dan sejarah lokal,” ungkap salah satu perwakilan seniman.

Para seniman juga menyampaikan kekhawatiran akan hilangnya minat generasi muda terhadap seni kerajinan tradisional, termasuk miniatur bunga Rafflesia, rumah adat, kapal tradisional, dan simbol-simbol budaya lokal Bengkulu.

Menanggapi hal tersebut, Senator Destita menyampaikan komitmennya untuk mengadvokasi pengakuan dan pengembangan seni miniatur ke tingkat nasional. Ia berjanji akan mendorong kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah agar program-program afirmatif untuk seniman miniatur bisa diwujudkan.

Tindak lanjut yang direncanakan antara lain:

  • Koordinasi dengan Kemendikbudristek dan Kemenparekraf untuk membuka akses program berbasis seni dan kearifan lokal.

  • Mendorong pembentukan program inkubasi seniman miniatur di daerah.

  • Menfasilitasi agar karya miniatur asal Bengkulu tampil di event-event nasional.

Adapun beberapa rekomendasi strategis juga disampaikan:

  • Pemerintah pusat perlu menyusun kebijakan afirmatif bagi seni miniatur, termasuk dukungan promosi, pelatihan, dan pembiayaan.

  • Pemerintah daerah disarankan membentuk rumah seni miniatur dan galeri edukatif.

  • DPD RI didorong untuk menginisiasi pengakuan seni miniatur sebagai warisan budaya tak benda.

  • Perlu integrasi seni miniatur dalam promosi wisata edukatif dan budaya daerah.

Kegiatan ini menegaskan pentingnya sinergi antara pelaku seni, pemerintah, dan lembaga legislatif dalam menjaga warisan budaya sekaligus mengembangkan ekonomi kreatif lokal.

“Kami mengapresiasi para seniman miniatur yang telah menjaga identitas budaya daerah lewat karya-karya detail dan penuh nilai edukasi. Aspirasi ini akan kami perjuangkan di tingkat nasional,” ujar Senator Destita menutup kegiatan.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi, dan menegaskan pentingnya kolaborasi jangka panjang dalam mendorong keberlanjutan seni miniatur di Bengkulu.