Sinergi Membuahkan Hasil, Inflasi Jember 3,13% Dibawah Rata-rata Nasional

Create: Tue, 07/07/2026 - 22:09
Author: Redaksi

 

JEMBER, eWarta.co - Di tengah bayang-bayang ketidakpastian ekonomi global, Kabupaten Jember justru tampil beda. Angka inflasi Jember berhasil ditekan di bawah rata-rata nasional dan tetap terjaga stabil.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Juni 2026, inflasi tahunan Jember tercatat 3,13%. Angka ini lebih rendah dari inflasi nasional yang berada di 3,34%. Secara bulanan, inflasi Jember juga hanya 0,11% dari Mei ke Juni 2026.

Bupati Jember Gus Dr. Muhammad Fawait alias Gus Fawaid menegaskan, capaian ini bukan kebetulan. Ini adalah buah dari kerja keras dan sinergi semua pihak.

"Inflasi yang terkendali adalah hasil kerja bersama. Dengan harga stabil, daya beli masyarakat terjaga dan roda ekonomi daerah tetap berputar," ucap Bupati Gus Fawait, dikutip ewarta.co, Selasa (7 Juli 2026).

Gus Fawait membeberkan perjalanan inflasi Jember setahun terakhir. Sempat menembus titik tertinggi di Februari 2026 sebesar 4,86%, Pemkab langsung melakukan intervensi cepat. 

"Hasilnya, angka inflasi terus melandai. Maret 3,88%, April 2,88%, Mei 3,52%, dan akhirnya Juni 2026 berhasil ditutup di 3,13%," jelasnya.

Akumulasi inflasi sejak Januari hingga Juni 2026 juga hanya 1,35%. Capaian ini masih berada di dalam target nasional 1,5% hingga 3,5%.

4 Kunci Sukses Jinakkan Inflasi

Menurut Gus Fawait, ada 4 strategi utama yang membuat Jember sukses menjaga harga yaitu ;

1. Produksi & Distribusi Lancar 

Sektor pertanian lokal terus dimaksimalkan produksinya. Distribusi ke pasar juga dipastikan tidak tersendat.

2. Operasi Pasar & Pasar Murah

Pemkab rutin menggelar operasi pasar dan pasar murah langsung ke pemukiman warga untuk menekan harga pangan pokok.

3. Peran Aktif TPID

Tim Pengendalian Inflasi Daerah bergerak cepat. Sinergi Pemkab, Bank Indonesia, Bulog, pelaku usaha hingga masyarakat terus dikuatkan.

4. Logistik Efektif

Jalur transportasi dan manajemen logistik dijaga. Tujuannya agar tidak ada penumpukan barang yang memicu kelangkaan dan kenaikan harga.

"Kalau harga stabil, gejolak di pasar tradisional dan modern bisa diminimalkan. Pendapatan masyarakat tidak tergerus inflasi dan iklim usaha juga tetap bergairah," pungkas Gus Fawait.

Dengan ekonomi yang stabil, Pemkab Jember optimis kesejahteraan masyarakat akan terus meningkat. (Hafit)