BENGKULU TENGAH, eWarta.co – Siswa Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Bengkulu Tengah menorehkan prestasi di ajang internasional International Science and Invention Fair (ISIF) 2026. Mereka berhasil meraih medali emas, perak, dan perunggu melalui inovasi riset di bidang pendidikan, pertanian, dan lingkungan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Dr. H. Saefudin, S.Ag., M.Si., mengapresiasi capaian tersebut. Ia menilai prestasi ini menunjukkan kreativitas dan kemampuan siswa madrasah dalam menghasilkan karya inovatif yang mampu bersaing di tingkat internasional.
“Ini patut kita apresiasi, enam siswa berkolaborasi mengembangkan inovasi teknologi untuk mendukung pembelajaran sejarah. Saya bangga dengan prestasi siswa MAN IC Benteng,” kata Saefudin.
Menurut Saefudin, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa madrasah mampu melahirkan generasi muda yang unggul, kreatif, dan berdaya saing global. Ia berharap prestasi ini mendorong siswa lainnya untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Medali emas diraih enam siswa, yakni Muhammad Ibnu Mundzir, Abrigo Firdaus, Muadzah Afifi Ikhsan, Mahesa Rizki Lazuardi, Muhammad Dzaky Andyra, dan Vio Idham Kholik. Mereka mengembangkan inovasi berjudul “HISTA (Development of a Web-Based Artificial Intelligence System for Interactive Historical Question Answering and Learning Support)”.
HISTA merupakan sistem berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk mendukung pembelajaran sejarah. Inovasi berbasis web ini menyediakan fitur tanya jawab interaktif untuk membantu pengguna mempelajari materi sejarah dengan memanfaatkan teknologi digital.
Melalui HISTA, para siswa berupaya menghadirkan metode pembelajaran sejarah yang lebih interaktif dan sesuai dengan perkembangan teknologi. Inovasi tersebut mengantarkan tim mereka meraih medali emas dalam kompetisi tersebut.
Sementara itu, medali perak diraih Dinda Nur Azizah, Tsabitah Sahda Ramona, dan Nita Imami Adilia melalui penelitian berjudul “CENTABON-COAT: DUAL-ACTION Caesalpinia bonduc–Centella asiatica SEED COATING FOR CORN GROWTH AND FUNGAL PROTECTION”. Penelitian ini mengkaji pemanfaatan Caesalpinia bonduc dan Centella asiatica sebagai bahan pelapis benih jagung untuk mendukung pertumbuhan tanaman dan memberikan perlindungan terhadap jamur.
Capaian tersebut memperlihatkan pengembangan riset siswa MAN IC Bengkulu Tengah tidak hanya berfokus pada teknologi pendidikan, tetapi juga menyentuh sektor pertanian dan lingkungan. Prestasi di ISIF 2026 menjadi dorongan bagi siswa madrasah untuk terus mengembangkan penelitian dan menghasilkan inovasi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat.










