Tertutup Awan, Hilal Tak Terlihat di Langit Bengkulu

Pemantauan hilal Pukul 17.30 WIB, di Mess Pemda Provinsi Bengkulu, Kelurahan Malabero Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu.
Create: Mon, 12/04/2021 - 22:02
Author: Alwin Feraro
Tags

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Kementerian Agama menggelar pemantauan hilal (rukyatulhilal) untuk penetapan awal bulan Ramadan 1442 H/2021M, Senin (12/04/21) di 82 titik pemantauan, tersebar di 34 Provinsi di Indonesia.

Di Bengkulu pemantauan hilal Pukul 17.30 WIB, di Mess Pemda Provinsi Bengkulu, Kelurahan Malabero Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu.

Kepala Bagian Tata Usaha Kemenag Provinsi Bengkulu Hamdani yang memimpin langsung pemantauan hilal mengatakan, dari hasil pemantauan tim di Bengkulu hilal tidak terlihat.

''Kami sudah memantau. Karena tertutup awan, hilal belum terlihat,'' kata Hamdani.

Meski demikian, pemerintah telah menetapkan awal Ramadan 1442H jatuh pada Selasa, 13 April 2021. Keputusan ini disampaikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam telekonferensi pers usai sidang isbat awal Ramadan 1442H, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta.

''Peserta sidang isbat secara mufakat bersepakat bahwa 1 Ramadan jatuh pada esok hari, Selasa, 13 April 2021,'' tutur Menag.

Kesepakatan ini menurut Menag, diambil setelah peserta sidang mendengarkan pelaporan hasil pemantauan hilal dan memperhatikan perhitungan hisab. 

''Keduanya saling memperkuat,'' jelas Menag.

Secara astronomis, pada hari pelaksanaan rukyat, 12 April 2021, saat matahari terbenam, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk, berkisar antara 2 derajat 37 menit hingga 3 derajat dan 36 menit.

''Dari penetapan ini, diharap tidak ada perbedaan dalam mengawali bulan Ramadhan tahun ini,'' jelas Kabag.

Kemudian, lanjut Hamdani, persamaan dari keputusan bulan suci Ramadhan tahun ini diharap akan selalu menjaga dan memperkokoh tali silaturahim, saling menghormati di setiap keputusan yang diambil, seperti tujuan dari rukyatul hilal.

''Umat islam diharap lebih tenang dan nyaman dalam menjalankan ibadah, selain itu yang terpenting agar dapat diketahui dengan jelas tentang posisi hilal di Provinsi Bengkulu,'' demikian Hamdani.

Hadir dalam kesempatan itu, Ketua DWP Kemenag, Ketua Pengadilan Tinggi Agama, Pejabat Kemenag, perwakilan BMKG Bengkulu, perwakilan MUI, PW Muhammadiyah, PW Nahdatul Ulama, dan Baznas. (Bisri)